Kapolda Riau Angkat Bicara
Kapolda Riau Geram Lihat Mangrove Rohil Dirusak, Sebut Ini Benteng Masyarakat Pesisir
BUALBUAL.com - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menunjukkan kegeramannya saat melihat kerusakan hutan mangrove di Kabupaten Rokan Hilir yang diduga sengaja dirusak demi kepentingan pribadi.
Jenderal berbintang dua ini mendatangi langsung lokasi perusakan mangrove yang berada di Dusun Batang Kopau Sungai Siakap Kecil dan Dusun Indah
Lestari Kepenghuluan Pasir Limau Kapas Kecamatan Pasir Limau Kapas.
Di lokasi itu setidaknya seluas 115,2 hektare kawasan mangrove yang rusak digarap menggunakan alat berat.
Dengan nada geram ia menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan lingkungan di Bumi Lancang Kuning.
Melihat kondisi mangrove yang rusak, Irjen Herry mengaku prihatin sekaligus geram.
Menurutnya, mangrove bukan sekadar pepohonan di kawasan pesisir, melainkan ekosistem penting yang menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai satwa.
“Ini adalah ekosistem yang menjadi habitat berbagai jenis hewan. Di sinilah mereka berkembang biak, mencari makan, berlindung, dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Merusak mangrove berarti merusak kehidupan,” tegas Herry Jumat (24/7/2026).
Ia menambahkan, mangrove juga berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi masyarakat pesisir dari ancaman abrasi, gelombang pasang, hingga dampak perubahan iklim.
“Jangan hanya melihat luas lahan yang dirusak. Yang rusak adalah benteng masyarakat pesisir. Mangrove melindungi garis pantai, menyerap karbon, dan menjaga keseimbangan alam. Kerusakan ini dampaknya sangat besar,” ujarnya.
Kapolda menegaskan seluruh unsur di Provinsi Riau memiliki komitmen yang sama untuk memberantas kejahatan lingkungan, mulai dari Polda Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kejaksaan Tinggi, hingga pemerintah daerah.
“Siapa pun yang terbukti merusak hutan, mangrove, melakukan illegal logging, pembakaran hutan dan lahan, maupun kejahatan lingkungan lainnya akan kami proses secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi,” tegasnya.
Selain penegakan hukum, Polda Riau juga terus mengedepankan konsep Green Policing yang menggabungkan langkah pencegahan, penindakan, dan pemulihan lingkungan.
Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli mendatang, Polda Riau bersama para pemangku kepentingan juga akan menggelar aksi penanaman mangrove di sejumlah kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya restorasi ekosistem.
“Green Policing bukan hanya menangkap pelaku, tetapi juga memastikan alam kembali pulih. Restorasi harus dilakukan bersama-sama agar masyarakat memahami bahwa mencintai alam sama dengan mencintai diri sendiri dan masa depan generasi yang akan datang,” pungkas Herry.

Berita Lainnya
Peresmian Mapolda Riau, Waka Polri Kenang Masa Kecil di Pekanbaru
Keberhasilan Persuasif Polres Inhu, Warga Bongkar Rakit Tambang Ilegal di Semelinang Tebing
Satgas TMMD Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Kapolri Minta Maaf Kepada Masyarakat bila Kinerja Polri Belum Maksimal
Silaturahmi ke BNNP, Kapolda Riau: Sinergi dan Kerjasama Dalam Berantas Narkoba
Siswa-siswi Santri dan Santriwati di Tembilahan Ikuti Vaksinasi Tim Polkes 01.10.11 Kodim 0314/Inhil
Polres Lingga Lakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Ketupat Seligi 2022
Kapolsek Mandau Dan Forkopimda Kecamatan, Gelar Launching Pembagian Dan Pemakaian Masker
Ciptakan Kondusifitas Kamtibmas Selama Lebaran, Polsek Bukit Bestari Intens Gelar Patroli
Riau Bhayangkara Run 2025 Siap Pecahkan Rekor, 13.079 Pelari Ikut Ambil Bagian!
Polda Kepri Gelar Upacara Tabur Bunga di Perairan Batu Ampar Kota Batam
Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Hari Jumat, Polwan Polres Lampung Utara Gelar Patroli