BBKSDA Ambil Langkah Darurat
Harimau Sumatera Masih Berkeliaran di Pulau Burung! BKSDA Siapkan Kandang Jebak, Warga Diminta Waspada
BUALBUAL.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus memperkuat upaya mitigasi menyusul kemunculan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang memangsa ternak milik warga di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Selain melakukan pemantauan intensif di lapangan, BBKSDA Riau kini menyiapkan pemasangan kandang jebak (box trap) serta memperkuat operasional dengan menambah tim pemantau guna mendeteksi pergerakan satwa dilindungi tersebut.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan seluruh personel masih bekerja di lapangan untuk melakukan berbagai upaya mitigasi sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
"Tim sedang terus melakukan beberapa upaya mitigasi dan sosialisasi, serta pemantauan harimau. Hari ini sedang menyiapkan kandang jebak (box trap), dan semoga kalau sudah siap segera bisa kami pasang," kata Ujang, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, personel yang diturunkan dilengkapi drone thermal. Tim tersebut masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk membantu pemantauan, terutama pada malam hari maupun di kawasan dengan vegetasi yang rapat.
Sebelumnya, kemunculan Harimau Sumatera yang memangsa ternak warga pada Jumat (24/7/2026) memicu keresahan masyarakat Desa Sungai Danai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BBKSDA Riau langsung menerjunkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk melakukan pengecekan lapangan, identifikasi, serta upaya mitigasi di lokasi.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan tim yang didampingi perangkat desa dan Kanit Reskrim Polsek Pulau Burung menemukan jejak baru Harimau Sumatera di sekitar lokasi kejadian.
"Hasil identifikasi menunjukkan jejak baru Harimau Sumatera dengan ukuran telapak kaki sepanjang 14 sentimeter dan lebar 13 sentimeter," ujar Supartono.
Temuan tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk memasang camera trap serta melakukan pemantauan udara guna memetakan arah pergerakan harimau dan menentukan langkah penanganan yang paling tepat.
Selain pemantauan, BBKSDA Riau juga terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun maupun di sekitar lokasi kemunculan harimau.
Masyarakat diminta mengandangkan ternak, seperti sapi dan kambing, terutama pada malam hari agar tidak menarik perhatian Harimau Sumatera mendekati permukiman.
Sebagai langkah penghalauan sementara, warga juga dianjurkan membuat meriam spiritus agar satwa tersebut kembali ke habitat alaminya tanpa memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

Berita Lainnya
Kelurahan Nagrikaler Gelar Serbuan Desinfektan dan Masker Perangi Covid-19
Diselenggarakan oleh Kapolda Riau, Bupati Bengkalis Ikuti Kegiatan Penanaman 10.000 Pohon
Pekanbaru Mulai Ditinggalkan? Data SUPAS 2025 Ungkap Kampar Jadi Magnet Baru Penduduk di Riau
Ikhlas dan Pantang Menyerah Kunci Wagub Marlin Hadapi Masalah
Kepala Rutan Klas IIB Kotabumi Siap Bersinergi Dengan Insan Pers
Pemdes Air Kulim Gelar Pelatihan dan Penyuluhan Agama Pada Remaja/i
Camat Mandau, Safari Ramadhan 1444H di Kelurahan Balik Alam
Alhamdulillah, Sedekah ASN Riau untuk Bantuan Masyarakat Terdampak Covid-19 Terkumpul Setengah Miliar Lebih
48,39 Ton Pangan Ilegal Dimusnahkan di Tembilahan, Wabup Inhil Tegaskan Tak Ada Toleransi
Kecamatan Tembilahan Hulu Salurkan Bantuan 100 Paket Sembako ke Setiap Kelurahan dan Desa
Gubernur Kepri Buka Launching Vaksinasi Bagi Anak dan Ibu Hamil
Inspektorat Lampura Hadiri Rakor bersama Mendes Tentang Pengelolaan DBM eks PNPM-MPD Menjadi Bumdesma