45 Siswa Sakit Usai Santap MBG, Polisi Amankan Sampel Makanan
BUALBUAL.com - Puluhan siswa di dua sekolah dasar di Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Riau, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).
Sebanyak 45 siswa dilaporkan terdampak. Rinciannya, 43 siswa berasal dari SDN 013 dan dua siswa dari SDN 015 Buluh Kasap. Mereka mengalami sejumlah keluhan seperti mual, muntah, dan sakit perut.
Kasi Humas Polres Dumai, AKP Zaini Waluyo, mengatakan seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis di RSUD dr Suhatman Kota Dumai.
“Korban dari SDN 013 sebanyak 43 orang dan dari SDN 015 sebanyak dua orang. Saat ini seluruh korban telah mendapat penanganan medis di RSUD dr Suhatman Kota Dumai,” kata Zaini.
Peristiwa bermula ketika makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB. Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, bakso orek, tempe goreng, tumis labu siam dan wortel, serta jeruk.
Makanan kemudian disantap siswa sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar satu jam berselang, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual dan muntah.
Pihak sekolah selanjutnya berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Petugas SPPG yang datang ke lokasi kemudian meminta makanan yang telah didistribusikan ditarik.
Ambulans Pemerintah Kota Dumai secara bergantian membawa siswa yang mengalami keluhan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Polisi bersama Dinas Kesehatan Kota Dumai juga melakukan pemeriksaan di sekolah dan dapur SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri di Jalan Gajah Mada.
Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan kondisi dapur dalam keadaan basah dan belum memiliki pengontrol suhu panas. Namun, temuan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan penyebab dugaan keracunan.
“Penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sampel makanan maupun air,” ujar Zaini.
Berdasarkan keterangan juru masak SPPG, proses memasak dimulai sekitar tengah malam. Setelah makanan matang, makanan sempat dicicipi dan saat itu tidak ditemukan aroma yang mencurigakan.
Namun, saat proses pengemasan sekitar pukul 08.30 WIB, petugas packing menemukan bau menyengat dari menu bakso orek. Setelah diperiksa dan dicicipi, makanan tersebut dinilai tidak layak dikonsumsi.
Sebelum seluruh makanan berhasil ditarik, sebagian porsi sudah terlanjur disantap oleh siswa.
Makanan dari dapur SPPG tersebut sebelumnya disiapkan untuk 3.199 penerima manfaat. Sejumlah porsi yang didistribusikan ke beberapa sekolah bahkan disebut tidak diterima karena sudah berbau atau basi.
Polisi kini mengamankan sampel makanan. Sementara itu, Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan dan air dari dapur SPPG untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi Provinsi Riau, Widya, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pendalaman untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
“Iya, masih diperdalam penyebabnya apa,” kata Widya.
Polres Dumai masih melakukan penyelidikan dan memantau kondisi para siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

Berita Lainnya
Bikin Geger, Warga Rumbai Pekanbaru Temukan Mayat di Parit
Pelayanan Terpaksa Ditutup Total, 12 Nakes Puskesmas Sungai Salak Inhil Positif Covid-19
Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Kelurahan kelapa Tujuh, Lampura
Peristiwa Duka di Bengkalis, Pria 42 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah
Coffee Shop dan Mes Karyawan di Pekanbaru Terbakar Dini Hari, 5 Unit Damkar Dikerahkan
Penemuan Mayat di Pasar Rakyat Tembilahan Miliki Penyakit Sesak Nafas
Kecelakaan Beruntun di Desa Pulau Palas, Satu Orang Meninggal Dunia
Masyarakat Murka, YLBHR Minta Polda Riau Tangkap Pengusaha Galian C Ilegal di Salo
Galian Sumur Bor di Inhu Keluarkan Gas, Pertamina Turun Kelokasi
Siswi MTs Desa Koto Baru Kuansing Sudah 5 Hari Hilang
Tiga Orang Terluka, Satu Rumah di Tenayan Raya Pekanbaru Hancur Diterjang Longsor
Datuak Mangkuto Jilelo: Jalur Sang Jendral Harus Bangkit dan Berjaya Lagi!