Tim Gabungan Tambah Kekuatan
270 Hektare Lahan Terbakar di Kerumutan, Tim Gabungan Perkuat Pemadaman
BUALBUAL.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, masih terjadi. Kondisi ini membuat tim gabungan menambah kekuatan personel dan peralatan untuk mempercepat proses pemadaman, terutama di kawasan yang didominasi lahan gambut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Provinsi Riau, Edi Afrizal, mengatakan tambahan personel dikerahkan secara bertahap untuk memperkuat tim di lapangan.
Pada Sabtu (22/8/2026), sebanyak 15 personel BPBD dan Damkar Riau telah berada di lokasi. Manggala Agni juga mengerahkan dua regu, masing-masing 12 personel dari Daops Rengat dan 13 personel dari regu BKO Daops Siak.
Tambahan personel kembali diberangkatkan pada Minggu (23/8/2026).
“Besok kita tambah lagi satu regu dari Daops Rengat sebanyak 12 orang. Selain itu, ada 30 personel dari Polda Riau dan 20 personel dari Kodam,” kata Edi, Sabtu (22/8/2026).
Seluruh personel gabungan tersebut akan bergabung dengan tim darat yang sebelumnya telah berjibaku melakukan pemadaman karhutla di Kerumutan.
Berdasarkan data saat peninjauan dua hari sebelumnya, luas lahan yang terbakar di Kerumutan telah mencapai sekitar 270 hektare. Namun, luasan tersebut diperkirakan masih bertambah karena hingga kini masih terdapat titik api yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
“Waktu peninjauan lokasi dua hari lalu, luas karhutla di Kerumutan sekitar 270 hektare. Karena sampai sekarang masih ada kebakaran, tentu luasan yang terbakar kemungkinan lebih luas lagi,” ujarnya.
Edi menegaskan, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Riau, BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya terus melakukan upaya pemadaman.
Namun, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya angin kencang yang membuat api mudah menyebar dan menyulitkan petugas mengendalikan kobaran api.
Kondisi vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan yang masih cukup rapat juga menjadi tantangan. Selain itu, sumber air sulit ditemukan dan lokasi kebakaran berada cukup jauh dari akses kendaraan.
“Kesulitan kita memadamkan api karena anginnya kencang. Kemudian di lokasi banyak semak belukar dan pepohonan, sumber air juga sulit. Akses menuju lokasi cukup jauh, sekitar 500 meter dari akses yang bisa dilalui kendaraan,” jelas Edi.
Bahkan, kendaraan roda empat tidak dapat mencapai titik kebakaran. Petugas terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk menjangkau lokasi.
Selain pemadaman melalui jalur darat, penanganan karhutla juga diperkuat melalui operasi udara. Pada Sabtu, sebanyak empat helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan air ke titik-titik kebakaran.
Meski demikian, Edi mengakui operasi water bombing belum mampu memadamkan seluruh areal yang terbakar. Helikopter lebih efektif digunakan untuk menekan dan memblokir bagian kepala api agar tidak semakin meluas.
“Water bombing memang bisa kita gunakan untuk memblokir kepala api. Tetapi untuk memadamkan seluruh api cukup sulit karena dipengaruhi angin dan kondisi lahan,” katanya.
Kondisi lahan gambut yang kering juga menjadi persoalan tersendiri. Api yang terlihat padam dari udara belum tentu benar-benar mati karena bara api masih dapat bertahan di bawah permukaan gambut.
“Sekarang kondisi lahan gambut sangat kering. Ketika kita lakukan water bombing dan dari atas terlihat api sudah padam, sebenarnya di dalam gambut masih bisa terdapat bara api yang menyala,” ungkapnya.
(MC Riau/mtr)

Berita Lainnya
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Pj. Bupati Inhil Herman Resmikan Gedung Baru Labkesda BSL-2
Pemkab Inhil Terima Kunjungan Kerja Tim Kemenko Polhukam RI
UNRI Gandeng Diskominfopers Inhil Dorong Lanjutkan Studi Pascasarjana
DLHK Rohil Hadir Kegiatan Penyusunan Dokumen Lingkungan AMDAL Ruas Jalan Propinsi Riau di Lintas Pesisir
HUT Bhayangkara ke-79, Bupati Inhil Apresiasi Kinerja Polres dan Harap Sinergi Kian Kuat
Gubernur Riau Apresiasi Satgas Karhutla, OMC Dinilai Efektif Tekan Hotspot
Update Covid-19 Hari Ini, Riau Tambah Satu Kasus positif Corona, Total Sudah 13 Kasus
Data Akurat Kunci Pembangunan, Diskominfotik Riau Perkuat Kebijakan Berbasis Statistik
Bupati HM Wardan Ajak Masyarakat Ikuti Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis
PI 10 Persen Blok Rokan untuk Riau Belum Kunjung Cair, Ini Kata Gubri Penyebabnya
Bupati Sukiman Serahkan Sembako untuk Kaum Dhuafa dan Anak Yatim
Duka Mendalam! Jemaah Haji Asal Sentajo Raya Kuansing Wafat, Pemerintah Sampaikan Pesan Menyentuh