PILIHAN
Rekayasa Kasus Dahlan Iskan Terungkap dalam Persidangan Wisnu Wardhana
Bualbual.com - Jakarta, Sidang kasus dugaan korupsi restrukturisasi aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur, Selasa 29 November 2016 mulai membuka sejumlah indikasi rekayasa jaksa pada Kejaksaan Jawa Timur. Salah satunya adanya indikasi menyelamatkan pihak pembeli aset agar tidak menjadi tersangka.
Hal itu disampaikan juru bicara Dahlan Iskan, Mursyid Murdiantoro. Dia mempertanyakan mengapa pertanggungjawaban hukum atas perkara restrukturisasi aset PT PWU hanya dimintakan pada para penjual.
“Padahal para pembeli aset turut serta melakukan serangkaian tindakan yang selama ini dianggap jaksa menyalahi aturan,” kata Mursyid, kepada wartawan, Rabu (30/11/2016).
Indikasi tersebut terungkap dalam dakwaan salah satu tersangka dalam kasus ini, Wisnu Wardhana. Wisnu merupakan kepala biro aset yang sudah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur bersama Dahlan Iskan.
Dalam dakwaan Wisnu, jaksa terkesan menghilangkan tanggungjawab pidana pembeli aset PT PWU. Dalam dakwaan primer maupun subsidair yang ditujukan pada Wisnu, jaksa penuntut umum tak mengkontruksikan tanggungjawab pidana para pembeli aset PT PWU dalam kalimat bersama-sama atau turut serta melakukan korupsi.
Dakwaan tersebut tentu aneh. Sebab ketika jaksa coba mengurai peran Wisnu dalam kasus itu, keterlibatan para pembeli melakukan serangkaian tindakan melawan hukum juga terlihat.
Hal tersebut dapat dilihat pada halaman 16 surat dakwaan Wisnu. Di sana disebutkan tim penjualan aset PT PWU yang diketahui Wisnu telah bersepakat harga dengan pembeli sebelum adanya berita acara pembukaan surat penawaran.
Selain itu Wisnu dan Sam Santoso selaku Direktur PT Sempulur Adi Mandiri juga menandatangani berita acara negoisasi harga. ’’Berita acara negoisasi tersebut tidak sesuai dengan sistem dan standar pelepasan aset PT PWU Jatim,’’ ujar jaksa penuntut umum Trimo saat membacakan dakwaan pada Selasa 29 November 2016.
Dakwaan juga menyebutkan peran Sam Santoso dalam merekayasa peserta lelang bernama Sofian Lesmanto. ’’Ternyata penawar atas nama Ir Sofyan Lesmono (jaksa salah menulis nama dalam dakwaan, harusnya Sofian Lesmanto) hanya dimintakan tanda tangan,’’ jelas Trimo. Sofian selama ini namanya hanya dicatut untuk seolah-olah sebagai peserta lelang lainnya.
Meski telah jelas serangkaian berbuatan turut serta yang dilakukan Sam Santoso, namun nama tersebut tak disebut sebagai pihak yang bersama-sama atau turut serta melakukan korupsi dengan terdakwa Wisnu.
Di samping itu, Mursyid menyebut, publik tak sulit mengaitkan penanganan PT PWU dengan pelepasan tanah kas desa di Desa Kalimook, Kalianget, Sumenep yang berujung pada pemerasan jaksa Ahmad Fauzi.
Sebagaimana diketahui, jaksa Ahmad Fauzi tertangkap memeras seseorang bernama Abdul Manaf. Dia merupakan orang yang terindikasi terlibat kasus pelepasan tanah kas desa di Desa Kalimook. Fauzi, yang dikenal dekat dengan Maruli Hutagalung itu memang salah satu penyidik kasus Sumenep. Manaf memberikan uang agar tak dijadikan tersangka.
Masih amannya Sam dan Oepojo selaku pembeli aset PT PWU Jatim bisa jadi bukan tanpa sebab. Posisi Sam dan Oepojo sama persis dengan Manaf.
“Siapa yang bisa menjamin di balik kasus PWU ada sesuatu seperti perkara yang membelit jaksa Fauzi?’’ ujar Mursyid.
Pernyataan Mursyid itu tentu cukup beralasan. Pasalnya, kasus PT PWU Jatim juga ditangani tim yang beranggotakan Ahmad Fauzi. Di dalam tim tersebut juga terdapat nama jaksa Trimo.
Dikonfirmasi usai membacakan dakwaan Wisnu, Jaksa Trimo sempat berkilah. Dia menyebut nama Sam sudah dicantumkan sebagai pihak yang turut serta. “Ada kok di dakwaan. ’Nanti kita tunggu saja jalannya persidangan,’’ kilahnya.
BB.C/Okezone.com

Berita Lainnya
Polda Riau Kirim Berkas Tersangka Pekan Depan, Soal Dugaan Penyelewengan Pajak Kendaraan Rugikan Negara 1,7 Miliar
Dorry Armadi Terpilih Sebagai Ketua Hipmawan Pekanbaru Periode 2019-2020
Pemerintah Sulit Meminta Ribuan Arsip Penting Kerajaan Siak yang Dikuasai Masyarakat
Meriahkan Muskomwil, 9 Kota di Sumatera Ikuti Pawai Budaya di Pekanbaru
Klaim ISIS sebagai Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina
Gadis 15 Tahun Digenjot Hingga Melahirkan, Pemuda di Rohul Ditangkap Polisi
Inilah Alasan Yopi Arianto Mundur Sebagai Ketua DPD II Golkar Inhu
Karhutla Kembali Marak di Riau, Titik Api Meningkat
INILAH 10 FAKTA PRO-KONTRA PROGRAM "FULL DAY SCHOOL" KEMENDIKBUD
Polres Pelalawan Buka Dapur Umum 'Motivasi Warga Isolasi Mandiri'
Facebook For Android Akhirnya Bisa Posting Video HD
Bikin Geram Netizen, Paramedis nyanyi & berjoget di samping pasien