PILIHAN
Ijtima Ulama III, Penyelenggara: Yang Sudah Jadi Cebong Tidak Akan Diundang
BUALBUAL.com, Ijtima Ulama dan tokoh edisi ketiga diperkirakan akan dihadiri 1500 ulama dari seluruh Indonesia, Hal tersebut disampaikan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), Muhammad Yusuf Martak saat memberi keterangan pers di Bilangan Tebet, Jakarta, Senin (29/4).
"Hari ini baru kita keluarkan undangan, yang pasti dari 27 propinsi sudah konfirmasi," ujar Yusuf.Secara umum, dijelaskan Yusuf, semua ulama yang hadir pada Ijtima pertama dan kedua akan kembali diundang.
Kecuali, para ulama yang pada Pilpres 2019 kemarin tidak memberikan dukungan kepada rekomendasi ijtima untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Semua yang diundang dalam Ijtima Ulama satu dan dua akan kami undang, kecuali yang sudah menjadi cebong tentu kita tidak undang lagi," jelasnya.
Adapun agenda Ijtima Ulama dan tokoh ini akan digelar di Hotel Lorin Sentul, Bogor pada hari Rabu lusa (1/5).
Tema utama yang akan dibahas dalam kegiatan tersebut adalah dugaan kecurangan Pilpres 2019 yang terstruktur, sistemasis dan massif.
Sumber: RMOL.co

Berita Lainnya
Kades Alang Kepayang Inhu, Harap Pembangunan Jembatan Segera Dilaksanakan
Kalau Tidak Ada Aral Melintang, Inilah Pilihan Komisi Abdul Wahid di DPR RI
Seribuan Guru akan Demo Lagi ke Kantor Walikota Pekanbaru
Ketua OKK DPC Gerindra Inhil Duga Surat Pengunduran Diri Baharuddin Bocor Di Medsos
Di Siak, Guru Tega Usir Muridnya Karena Tak Bayar SPP dan Uang Seragam
UNRI Berikan Bantuan Ratusan Paket Sembako untuk Mahasiswa Kos, Petugas Keamanan dan Kebersihan
Bupati Inhil: Repolusi Mental Perlu Dikuti Seluruh Pihak
Air Pasang Tinggi
Sarifuddin SH, Nilai Penggugat Mengada Ngada Dan Tidak Sesuai Fakta, Sengketa Lahan Di Kelurahan Air Jamban, Duri.
Bupati Inhil; Penyempurnaan RPJMD Renstra dan Pohon Kinerja Perangkat Daerah 2018 - 2023
Begini Kronologis Terjadinya Tabrakan Speed Boat SB Berkat Ilahi vs Speed Boat (SB) Sulis Winda
Warga Diminta Berobat ke Puskesmas, Terserang ISPA akibat Karhutla