PILIHAN
Di Siak, Guru Tega Usir Muridnya Karena Tak Bayar SPP dan Uang Seragam
BUALBUAL.com - Faktor ekonomi keluarga yang tidak stabil menyebabkan beberapa orang tua murid di Siak belum bisa membayar SPP serta uang seragam. Akibatnya, beberapa anak sekolah di Madrasah Aliyah Al-Muttaqin, Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, terpaksa menanggung malu karena disuruh pulang oleh gurunya. Malah, mereka tidak boleh mengambil nomor urut ujian di sekolahnya.
Awalnya anak-anak yang belum membayar SPP dan baju seragam dipanggil satu per satu didepan kelas disaksikan oleh teman-temannya. Bagi murid yang belum membayar SPP dan seragam sekolah disuruh pulang pihak sekolah. Mereka tidak ikut proses belajar mengajar.
Seperti dikatakan salah seorang murid, AR. Ia mengaku sedih dan malu karena di hadapan teman-temannya ia disuruh pulang karena belum membayar uang sekolah. Sesampai di rumah dengan membawa rasa malu yang amat sangat, AR menceritakan kejadian yang menimpanya di sekolah kepada orang tuanya.
"Kami disuruh pulang guru karena belum membayar sebagian uang SPP dan baju seragam. Jumlahnya sekitar seratus ribuan. Saya malu karena kejadiannya di hadapan teman teman sekolah. Dan kami pun langsung pulang tanpa mengambil nomor ujian," cakap AR.
Ia juga menceritakan, kejadian memalukan itu juga dialami temannya yang lain. Mereka disuruh pulang gara-gara belum bayar uang baju seragam.
"Kemarin kata guru, kami yang belum lunas bayar SPP disuruh mencicil untuk melunasi sampai hari ini. Tapi setelah sebagian melunasi, kata guru lain lagi, kami disuruh bayar seragam baju, karena kami belum bisa bayar. Sama bu guru dipanggil satu per satu didepan kelas, lalu disuruh pulang," jelasnya.
Sementara itu, Wali murid Madrasah Aliyah Al-Muttaqin Sumarjan merasa kecewa dengan sikap guru yang terkesan arogan. Menurutnya, apa salahnya pihak sekolah berembuk terlebih dahulu bersama wali murid untuk mencarikan solusi, bukan malah sebaliknya, anak-anak disuruh pulang.
"Kami sebagai orang tua tentunya sangat menyayangkan hal ini terjadi. Kami memang orang tak punya, tapi jangan seperti inilah, lebih baik kami orang tua dicaci maki dari pada anak kami diusir dari sekolah suruh pulang di depan teman-teman mereka," katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Al-Muttaqin Khairudin ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya membenarkan bahwa wali kelas menyuruh anak murid pulang.
"Itu dilakukan sebagai gertak-gertak sambel supaya mereka melunasi, kerena sekolahan swasta itu hidupnya dari uang komite. Sementara kadang anak-anak ini dikasih orang tua tuk bayar SPP tak sampai ke sekolah. Namun kalau ujian mereka tetap ikut, walaupun nanti akhirnya pakai surat perjanjian akan sanggup melunasi," jelasnya.
Ketika ditanya, apakah tak ada cara lain selain mengusir anak-anak dari ruanngan kelasnya di depan teman- temannya, ia mengaku hal ini sudah dari dulu dilakukan dan tak jadi masalah.
"Selama ini dengan cara itulah kami lakukan, dan tak ada masalah. Tapi kalau itu salah akan kami perbaiki kedepan," jelasnya.
Kharudin akan melakukan mediasi kepada orang tuannya di sekolah untuk mencarikan solusi yang terbaik.
"Kami akan lakukan musyawarah dengan wali murid. Selama ini juga kami belum pernah mengeluarkan anak murid untuk tidak ikut ujian, semua itu pasti ada sulusinya," terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Lukman, mengatakan kejadian seperti itu seharusnya tidak terjadi. Sebab sekolah seharusnya mengedepankan rasa nyaman kepada peserta didik serta keberlangsungan proses belajar mengajar.
"Kejadian seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi, apalagi karena belum bayar SPP dan uang seragam sekolah. Nanti kita cek sejauh mana permasalahannya. Sanksi terakhir dan terberat jika memang persoalannya sekolah seperti itu bisa dicabut izinnya," Kata Lukman.
Sumber: Cakaplah.com

Berita Lainnya
Keluarga Miskin di Pelalawan Tak Mampu Berobat ke Rumah Sakit 'Pilih Dukun Kampung'
Teganya Husni Tamrin Perkosa Perempuan Keterbelakangan Mental
Akibat Satpam dan CCTV Tidak Ada, KUA Kotabumi dibobol Maling
BMKG: Riau Berpotensi Diguyur Hujan Malam Hari Nanti
Eks Bupati Kuansing Sukarmis Diprediksi akan Dapat Posisi DPRD Provinsi Riau
Edy Natar Nasution Jadi Khatib di Masjid Raya Arafah Duri, Ribuan Jamaah Antusias Mendengarkan
Bertemu Nelayan Malang Rapat, Isdianto Akan Bantu 48 Ketinting
Datang Ke Riau Puan Maharani Ajak Masyarakat Kembangkan Batik Bono
Riau Bangkit Dari Keterpurukan Masa Lalu, Andi Rachman, Dengan Tulus Ikhlas Membenahi Dan Membangun Riau
66 Desa Di Kuansing Terendam Banjir "Laporan Sementara"
HM. Wardan Hadiri Rapat Paripurna Ke-6, Tiga Ranperda Inhil Disahkan
Dicairkan Bulan Ini, Gaji PNS Resmi Naik 5 Persen