PILIHAN
Empat Tersangka Kredit Fiktif di Rohul Ditahan Jaksa Riau
BUALBUAL.com, PEKANBARU - Bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menahan mantan Kepala Cabang Pembantu (Capem) salah satu bank daerah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Ardinol Amir. Dia diduga terlibat kredif fiktif yang merugikan negara Rp32 miliar.
Selain Ardinol, jaksa penyidik juga menahan tiga analis kredit di bank plat merah tersebut, yakni Zaiful Yusri, Syafrizal dan Heri Aulia. Sementara berkas tersangka M Dhuha, dikembalikan ke penyidik atau P18 karena menderita sakit jiwa berat.
Penahanan keempat tersangka dilakukan penyidik, Kamis (9/5/2019) sore. "Berkas empat tersangka berinisial AA, ZY, S dan HA sudah lengkap (P21) pada 3 Mei 2019 lalu. Tersangka ditahan," kata Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan.
Keempat tersangka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB, Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. "Ditahan di tingkat penyidikan selama 20 hari ke depan, terhitung hari ini (kemarin)," kata Muspidauan.
Selanjutnya, penyidik menyusun jadwal pelimpahan keempat tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Berkas tersangka yang sudah P21 akan dilanjutkan dengan tahap II (pelimbahan tersangka dan barang bukti) ke JPU. Diupayakan sesegera mungkin," tutup Muspidauan.
Diketahui, dugaan kredit fiktif itu terjadi dalam rentang waktu 2010 hingga 2014. Dimana kredit berupa kredit umum perorangan itu dicairkan sekitar Rp43 miliar kepada 110 orang debitur. Umumnya para debitur itu hanya dipakai nama dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Sejumlah debitur ada yang dijanjikan plasma atau pola kerjasama dalam pembentukan kebun kelapa sawit. Hal itu dilakukan karena ada hubungan baik antara debitur dengan Pimpinan BRK Cabang Dalu-dalu saat itu.
Kenyataannya, para debitur tidak menerima pencairan kredit. Mereka hanya menerima sekitar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu karena telah meminjamkan KTP dan KK guna pencairan kredit. Kuat dugaan ada oknum BRK yang menggunakan nama para debitur untuk pengajuan kredit.
Belakangan diketahui kredit itu macet. Saat pihak bank melakukan penagihan, baru diketahui bahwa sebagian besar debitur tidak pernah mengajukan dan menerima pencairan kredit. Akibat penyimpangan ini, negara dirugikan sebesar Rp32 miliar.
Dalam perkara ini, satu persatu saksi telah menjalani pemeriksaan. Di antaranya terhadap Kepala BRK Cabang Pasir Pengaraian, Yudi Asdam. Kepala BRK Capem Dalu-dalu, Dadang Wahyudi, Pimpinan Seksi (Pimsi) BRK, serta empat orang analis kredit.
Pemeriksaan juga dilakukakan kepada debitur. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Rohul, Syaiful Bahri. Lima orang kepala desa (Kades) yang ada di Rohul, yaitu Kades Rambah Muda, Rian Deni Setiawan, Kades Pasir Intan Sudarman Susilo,
Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sumber: Cakaplah

Berita Lainnya
Kecelakaan Speedboat 250PK Double Dua vs 40PK Diperairan Desa Batang Tumu Kec Mandah
Pjs. Bupati Rudiyanto Membuka Mustembang RKPD Kab Inhil Tahun 2019 DPRD Inhil Semoga Apirasi Masyarakat Bisa Terpenuhi
Waduh! Rupanya Dinsos Riau Tak Tahu Jumlah Data Korban Banjir
Polres Inhil, Menaja Kegiatan Polisi Sayang Anak dengan Murid TK
Guna Penyusunan RKPD, Bappeda Kampar Gelar Forum Perangkat Daerah RKPD Tahun 2021
Seorang Pemuda Diringkus Personil KSKP Inhil, Karena Memiliki Barang Haram
Kunker di Koramil 03 Tempuling, Dandim 0314 Inhil: Babinsa Harus Jalin Komunikasi yang Baik dengan Masyarakat
Kodim 0314 Inhil Berikan Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat
Bupati Harris: Program Pelalawan Sehat, Tinggal Telpon Petugas Datang
Hasil Mukercab PPP Putuskan RE Calon Tunggal Bupati Rohil 2020
Nama-Nama Eselon II III dan IV Yang dilantik Bupati HM. Wardan
Spanduk Protes Penuhi Kampus UNRI, Kecewa Kepemimpinan Rektor