PILIHAN
Hotspot Terdeteksi di Inhil dan Bengkalis
BUALBUAL.com - Lima titik panas atau hotspot terpantau di Riau, Ahad (19/1/2020). Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru Marzuki mengatakan, jumlah ini meningkat dibanding hari sebelumnya.
"Hari ini 5 titik, kemarin 4 titik," ujar Marzuki.
Ia mengatakan, 5 titik tersebut tersebar di 2 wilayah yakni Bengkalis 3 titik dan Indragiri Hilir (Inhil) 2 titik.
"Kelima titik tersebut memiliki level confidence di bawah 70 persen. Sehingga belum bisa dipastikan itu adalah aktivitas kebakaran hutan ataupun lahan," ucapnya.
Meski demikian, BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatera, ada 6 titik panas terpantau yakni Sumatera Selatan 1 titik dan Riau 5 titik. "Terbanyak memang Riau," tukasnya.
Sebagai informasi untuk suhu udara Riau hari ini berada di angka 23.0 – 33.0 derajat celcius dengan kelembapan udara 55 – 97 %. Sementara arah angin berhembus ke Utara - Timur dengan kecepatan 10 - 20 Km/jam.
Prakiraan tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau berkisar antara 0.5 - 1.25 meter.
Sumber: cakaplah

Berita Lainnya
POLDA RIAU BERSAMA STAKE HOLDER MELAKSANAKAN GERAKAN MEMUTUS PENULARAN COVID-19 MELALUI PENYEMPROTAN DISINFEKTAN SERENTAK
Selama 3 Hari, Akhirnya Korban yang Tenggelam di Sungai Indragiri di Temukan
PB HIPPMIH-Pekanbaru Akan Taja Diskusi Bedah Harga Kelapa di Inhil
Prakiraan Cuaca di Sebagian Riau Bakal Diguyur Hujan
Semangat Gotong Royong TMMD ke101 Kodim 0314/Inhil Bersama Masyarakat Hampir Rampungkan Pekerjaan
Pasien Suspect Corona Asal Inhu Dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan
Ternyata Inilah Makna Ritual Lepas Burung Saat Imlek
Hebohkan Publik, Akhirnya Pasha Angkat Bicara Mengenai Gaya Potongan Rambutnya
Melalui Pesan Video UAS Batalkan Jadwal Ceramahnya 'Waspadai Penyebaran Corona'
Ujang Miskin Satroni Rumah Warga, Ditinggal Pergi Pemiliknya Saat Berlebaran
Warga Heboh,Saifudin Temukan Benda Zaman Dahulu Saat Menggali Tanah
HM. Wardan: APDESI Stagnan, Itu Jangan Sampai Terjadi Bahkan Tidak Boleh