Aturan Adat Pacu Jalur Dipertegas
Jelang FPJN 2026, Datuak Penghulu Nan Barombek Tegaskan Perempuan Tak Boleh Berpacu di Jalur Laki-laki
BUALBUAL.com - Demi menjaga nilai-nilai adat dan kebudayaan Pacu Jalur yang telah mendunia, Datuak Penghulu Nan Barombek (Empat) mengeluarkan maklumat terkait sejumlah ketentuan dalam pelaksanaan Festival Pacu Jalur Nasional (FPJN) 2026.
Salah satu ketentuan yang disampaikan adalah perempuan tidak diperbolehkan ikut berpacu dalam jalur yang seluruh anggotanya laki-laki. Ketentuan tersebut disampaikan Darwis, Dt., saat memaparkan poin-poin yang harus dipatuhi selama pelaksanaan FPJN 2026, Selasa (18/8/2026).
“Datuak Penghulu Nan Barombek menegaskan, seorang perempuan tidak diperbolehkan berpacu dalam sebuah jalur yang anggotanya laki-laki. Ini merupakan kegiatan adat Kabupaten Kuantan Singingi. Dalam adat kita, laki-laki dan perempuan tidak dicampurkan. Karena itu, di Tepian Narosa tidak diperbolehkan perempuan berpacu dalam jalur laki-laki,” ujar Darwis.
Selain ketentuan tersebut, pelaksanaan Pacu Jalur juga dibatasi hingga pukul 18.00 WIB.
Darwis menjelaskan, apabila hingga batas waktu tersebut perlombaan belum selesai, maka penentuan pemenang akan dilakukan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
“Jika Pacu Jalur belum selesai sampai pukul 18.00 WIB, penentuan pemenang dilakukan sesuai ketentuan. Apabila salah satu jalur belum sampai ke pancang finis sementara lawannya sudah berada di pancang finis, maka jalur yang sudah mencapai finis dinyatakan unggul. Jika hanya satu jalur yang dihilirkan, maka tetap dianggap sah” jelasnya.
Ketentuan tersebut diharapkan dapat dipahami dan dipatuhi seluruh peserta demi menjaga kelancaran, ketertiban, serta nilai-nilai adat dalam pelaksanaan FPJN 2026.

Berita Lainnya
Perguruan PPS Panca Daya Lampura Rayakan Hari Jadi ke-31
Gelar Datuk Seri Setia Amanah, GP Anshor Nyatakan Komitmen Dukung Gubri Abdul Wahid
Malam Ramah Tamah KBB bersama Wakil Gubernur Riau
Pekerjaan Gedung Balai Adat Aceh di Tanjungpinang Terus Digesak
HDCI Kepri-Batam Adakan Halal Bihalal Diawali Dengan Giat City Riding Untuk Sosialisasi Safety Riding
Tangsi Peninggalan Belanda, Bangunan Bersejarah di Siak Sri Indrapura
Wisata Petik Melon Jadi Primadona Baru, Evergreen House Pekanbaru Diserbu Pengunjung
Tempo Doeloe, Orang ke Mekkah Berangkat dari Pelabuhan Tanjung Balai di Sebut Bom
Celana Tak Berpisak 'Sebuah Amarah yang Estetis' Menjaga Marwah Negeri
Sanggar Goebok Creative Asal Tapung Hilir Berhasil Mementaskan Teater "Cinta Damai 1985" di Yogyakarta.
Siap Nahkodai KNPI, dari Aktivis HMI?
Yusdianto Dinilai Siap Pimpin Gawat Kepri