Rp12 Miliar Dipertaruhkan!
Baru 29 Persen! Proyek Jalan Sanglar-Kotabaru Inhil Rp12 Miliar Dikejar Waktu, Bakal Mangkrak Lagi?
TEMBILAHAN, BUALBUAL.COM – Proyek rekonstruksi Jalan Ruas Sanglar-Kotabaru, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), senilai Rp12 miliar menjadi perhatian masyarakat. Dengan masa kontrak yang terus berjalan, progres fisik proyek tersebut hingga 27 Oktober 2026 baru mencapai 29 persen.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan proyek kembali mangkrak, mengingat waktu pengerjaan tersisa kurang dari dua bulan.
Proyek yang dikerjakan CV Citra Perdana tersebut menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dengan masa kontrak selama 150 hari kalender, terhitung sejak 27 Juli 2026.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUTRPKP) Inhil, Yusnaldi, ST, MM, menjelaskan bahwa pekerjaan masih berlangsung. Namun, pelaksanaannya menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama terkait mobilisasi material ke lokasi proyek.
Menurut Yusnaldi, material didatangkan dari Kepulauan Riau (Kepri) melalui jalur laut karena keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan menuju lokasi pekerjaan.
“Melihat kondisi infrastruktur darat dan jembatan yang belum memadai untuk menopang kendaraan bertonase berat menuju lokasi proyek, jalur laut menjadi pilihan untuk mendatangkan material timbunan langsung dari Kepulauan Riau menggunakan kapal ponton,” jelasnya.
Ia menerangkan, material yang tiba di lokasi penumpukan atau stockpile di Parit Wagu harus melalui sejumlah tahapan sebelum diangkut menuju badan jalan yang dikerjakan.
Untuk mendukung mobilisasi material melalui jalur air, pihak terkait juga melakukan normalisasi Parit Wagu. Kedalaman parit yang sebelumnya sekitar dua meter dikeruk hingga mencapai 4,5 meter, disertai pelebaran agar dapat dilalui ponton pengangkut material.
Proses pengangkutan tersebut juga bergantung pada kondisi pasang surut air laut.
Dari lokasi stockpile, material kemudian dipindahkan ke truk jungkit atau dump truck dengan kapasitas maksimal delapan ton. Pembatasan ini dilakukan karena jembatan menuju lokasi proyek hanya mampu menahan beban hingga 10 ton.
Kendala lainnya terjadi ketika sebagian area penumpukan material amblas akibat tidak mampu menahan beban material dalam jumlah besar. Kondisi tersebut turut membutuhkan waktu untuk penanganan dan perbaikan.
3.000 Ton Material Best A dalam Perjalanan
Meski menghadapi berbagai kendala, DPUTRPKP Inhil menyatakan upaya percepatan pengerjaan terus dilakukan. Saat ini, sebanyak 3.000 ton material Best A dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi proyek.
Yusnaldi menyebutkan, apabila cuaca dan kondisi lapangan mendukung, pekerjaan penimbunan jalan diproyeksikan selesai dalam waktu 10 hari ke depan.
Setelah penimbunan dan pengerasan jalan rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengecoran beton dasar dan pembangunan perkerasan beton kaku atau rigid pavement.
“Jika cuaca dan kondisi di lapangan bersahabat, proses penimbunan jalan diproyeksikan tuntas dalam 10 hari ke depan. Setelah tahap pengerasan menggunakan material timbunan rampung, pekerjaan dilanjutkan ke tahap pengecoran beton dasar dan rigid beton,” ujarnya.
Pemkab Evaluasi Pengerjaan Bersama Kontraktor
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, DPUTRPKP Inhil mengaku secara berkala menggelar rapat evaluasi bersama kontraktor pelaksana. Evaluasi tersebut dilakukan untuk merumuskan langkah percepatan dengan mempertimbangkan kendala teknis yang terjadi di lapangan.
Yusnaldi menegaskan, pihaknya berkomitmen mengawal penyelesaian proyek yang dinilai penting bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
“Dengan sisa waktu yang ada, kami berkomitmen penuh agar proyek infrastruktur yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat ini tidak berujung pada kegagalan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawal proses pembangunan agar pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengawal, mendoakan, dan memberikan dukungan agar sisa pengerjaan proyek ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti demi kemajuan konektivitas wilayah kita,” tutupnya.
Dengan progres fisik yang baru mencapai 29 persen per 27 Oktober 2026, penyelesaian proyek Jalan Sanglar-Kotabaru kini menjadi perhatian. Realisasi target percepatan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai masa kontrak.

Berita Lainnya
Api Masih Menyala di Bayas Jaya, BPBD Inhil Kerahkan Dua Tim Reaksi Cepat
Ribuan Hotspot Masih Kepung Sumatera, Riau Tersisa 4 Titik Panas, Inhil Terbanyak
Dandim 0314 Inhil Berikan Arahan kepada Jajarannya Terkait Penegakan Protokol Kesehatan
Dibuka Gubri, Bupati Catur Sugeng Hadiri Musda X Partai Golkar Kampar
Gubernur dan Wakil Gubernur Ziarahi Makam Para Pejuang Pembentukan Kepri
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Kakek 74 Tahun di Pekanbaru Terbakar
Tindak Lanjuti Food Estate, Kementan Segera Ke Riau
Bupati HM Wardan Terima Tim Pemantauan Dan Evaluasi PK- 22 Lintas Kementerian/Lembaga Tahun 2022
Sekda Bengkalis Ikuti Rapat Koordinasi Jaring Pengamanan Sosial
Forum Lintas Perangkat Daerah, Upaya Paduserasikan Program Strategis Pemkab Bengkalis
Dewan Pembina DPP KWIP Silahturahmi dan Makan Siang bersama Staf Ahli Kejagung
Meriahkan HUT RI Bupati Inhu Lepas Gerak Jalan Tingkat Sekolah