PILIHAN
Begini Alasan Singapura Dipilih Menjadi Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong Un?
BUALBUAL.com, Sepertinya banyak kalangan khususnya masyarakat indonesia mengapa negara singapura dijadikan tempat pertemuan dua pemimpin negara Amerika Serikat Donal Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un.
"Kami berdua akan membuatnya sebagai momen istimea untuk perdamaian dunia," begitu kicauannya di Twitter.
Dikansir dari kompas.com beberapa waktu lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (10/5/2018) mengonfirmasi, Bahwa negara Singapura bakal menjadi lokasi pertemuan bersejarahnya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
"Kami berharap pertemuan ini akan memajukan prospek perdamaian di Semenanjung Korea," ujar Kementerian Luar Negeri Singapura dalam sebuah pernyataan, Kamis malam.'
Singapura juga telah membenarkan mengenai penyelenggaraan pertemuan tersebut, namun pemerintah belum memberikan keterangan lebih detail.
"Singapura juga menjalin hubungan baik secara diplomatik dengan AS dan Korea Utara." 11/06/18.
Business Times melaporkan, negara yang menjadi pusat keuangan di Tenggara itu dipilih karena netral, memiliki keamanan terbaik, dan rekam jejak dalam menggelar konferensi tingkat tinggi internasional.
"Ini lebih baik daripada presiden AS harus datang kepada pintu masuk Kim Jong Un," kata CEO Eurasia Group, Ian Bremmer.
Ditambah dari Sumber CNBC, penyelenggaraan KTT di negara itu akan memberikan citra yang lebih baik bagi Trump, ketimbang di zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan.
"Kim akan berada di teritorial yang ramah. Tapi, dia tidak akan berada di suasana negaranya," ucapnya.
Pakar nuklir dari London's Royal United Services Institute, Tom Plant, mengatakan Singapura akan menjadi lokasi hangat bagi Kim Jong Un.
Singapura dan Korea Utara memiliki sejarah panjang terkait kerja sama. Firma hukum pertama dan restoran cepat saji di Pyongyang dibangun oleh warga Singapura.
Untuk bertemu dengan Trump sejauh 5.000 km dari Pyongyang, Kim akan berpergian lebih jauh dari zona nyamannya.
Dia memang telah mengunjungi China sebanyak dua kali dan juga mencapai perbatasan Korea ketika bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.
Sekarang, pertemuan Trump-Kim telah ditentukan, yakni pada 12 Juni 2018 di Singapura.***
Editor: ucu
Dikansir dari kompas.com beberapa waktu lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (10/5/2018) mengonfirmasi, Bahwa negara Singapura bakal menjadi lokasi pertemuan bersejarahnya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
"Kami berharap pertemuan ini akan memajukan prospek perdamaian di Semenanjung Korea," ujar Kementerian Luar Negeri Singapura dalam sebuah pernyataan, Kamis malam.'
Singapura juga telah membenarkan mengenai penyelenggaraan pertemuan tersebut, namun pemerintah belum memberikan keterangan lebih detail.
"Singapura juga menjalin hubungan baik secara diplomatik dengan AS dan Korea Utara." 11/06/18.
Business Times melaporkan, negara yang menjadi pusat keuangan di Tenggara itu dipilih karena netral, memiliki keamanan terbaik, dan rekam jejak dalam menggelar konferensi tingkat tinggi internasional.
"Ini lebih baik daripada presiden AS harus datang kepada pintu masuk Kim Jong Un," kata CEO Eurasia Group, Ian Bremmer.
Ditambah dari Sumber CNBC, penyelenggaraan KTT di negara itu akan memberikan citra yang lebih baik bagi Trump, ketimbang di zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan.
"Kim akan berada di teritorial yang ramah. Tapi, dia tidak akan berada di suasana negaranya," ucapnya.
Pakar nuklir dari London's Royal United Services Institute, Tom Plant, mengatakan Singapura akan menjadi lokasi hangat bagi Kim Jong Un.
Singapura dan Korea Utara memiliki sejarah panjang terkait kerja sama. Firma hukum pertama dan restoran cepat saji di Pyongyang dibangun oleh warga Singapura.
Untuk bertemu dengan Trump sejauh 5.000 km dari Pyongyang, Kim akan berpergian lebih jauh dari zona nyamannya.
Dia memang telah mengunjungi China sebanyak dua kali dan juga mencapai perbatasan Korea ketika bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.
Sekarang, pertemuan Trump-Kim telah ditentukan, yakni pada 12 Juni 2018 di Singapura.***
Editor: ucu

Berita Lainnya
Pemkab Inhil Gandeng BPTP Riau Lakukan Kajian Terkait OPT Perkebunan Masyarat Desa Tanjung Simpang dengan PT. THIP
Bersihkan Parit, Petugas Dinas Kebersihan Pekanbaru Temukan Sepucuk Senpi
Aksi Perampokan Mesin ATM di Pekanbaru Gagal usai Kepergok Patroli Polisi
Musibah Longsor Hantam Jembatan 2 Penghubung Antara Kelurahan Kuala Enok Dan Desa Tanah
Guna Penyusunan RKPD, Bappeda Kampar Gelar Forum Perangkat Daerah RKPD Tahun 2021
Terdakwa Kasus Pembunuhan dan Perampokan Kabur Usai Sidang di PN Pekanbaru
Anggota DPRD Inhil Hasanuddin: Berkomitmen Akan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat
Soal Foto Hantu yang Viral, Berikut Klarifikasi Panitia Acara
Wajib Baca! Hanya dengan Lakukan Ini Gairah Seks Wanita Langsung Meroket
Klik Disini Daftar Nama 2.966 CPNS Inhil yang Lulus SKD
Sandiaga Uno: Masyarakat Ingin Perubahan
Pihak Yayasan Minta Pemprov Riau Kembalikan Lahan dan Aset SMU Plus Riau