Sembuh Dari Corona, Pasien Tunawisama Tetap Dibiayai Negara
BUALBUAL.com - Pasien tuna wisma berinisial S, yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) beberapa waktu lalu dinyatakan sembuh dari Covid-19. Hanya saja saat ini pasien masih memiliki penyakit bawaan yaitu penyakit gagal ginjal yang harus tetap mendapat perawatan.
Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi dalam prese conference, Selasa (12/5) di posko Gugus Tugas Penanaganan Covid-19 Riau, Pekanbaru. Menurut dr Indra Yovi pasien tersebut sebelumnya juga sudah menjalani cuci darah menimbang kondisi penyakit yang di alaminya.
"Saat ini kondisi pasien sudah membaik dan tinggal penyakit ginjal beliau yang sebelumnya sempat memburuk," kata Indra Yovi
Ia mengatakan, meski Pasien S ini sudah sembuh dari Covid-19 namun ia masih membutuhkan perawatan untuk penyakit yang dialami saat ini. Karena keluarganya tidak ada dan hanya seorang sendiri bagaimanapun ia tetap dirawat dengan dibiayai oleh pemerintah arau negara.
"Beliau ini wajib ditanggung negara maka itu kita tetap memberikan pelayanan maksimal kepada beliau sesuai penyakit yang dialami saat ini," ujarnya.
Selain itu, Indra Yovi juga menjelaskan pasien tunawisma yang berinisial S ini juga merupakan pasien ke 49 yang sembuh dari Covid-19 yang ada di Riau. Artinya untuk kesembuhan pasien positif kita masih bagus dan bahkan terbesar di Indonesia.
"Yang pasti kedepan kita kembali berharap smoga musibah ini cepat berakhir dan Riau kembali normal seperti sebelumnya," tuturnya.

Berita Lainnya
Pendistribusian Sudah Diurus, Warga Inhil Harus Siap Disuntik Vaksin Covid-19
Proses Damai Puskesmas Gajah Mada dan Pasien Mengembalikan Kepercayaan Diri Nakes
Ketua GSH Inhil Hj. Zulaikha Wardan Ikuti Pembekalan Kader PKK Pro 'Sehat Duta Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat'
Ketua GSH Inhil Hj. Zulaikha Wardan Sambangi Balita Gizi Kurang Parit Landang Keritang
Bupati Kampar Gagal Di Vaksin Karena Tensi Tidak Stabil
Fantastis! Rp34,1 Miliar Dana BOK di Inhil Disorot, Dinkes Diminta Buka Data Penggunaannya
Penurunan Stunting Memerlukan Intervensi Terpadu, 30 Tenaga Gizi Dinkes Inhil Ikuti Pertemuan Pemetaan Analisis Situasi Stunting
Hadiri Pertemuan Pembinaan Kelompok Operasional Posyandu, Kadinkes Inhil Ajak Kerjasama Para Kader
Dinkes Inhil: Bunda - bunda Yuk Kita Kenali 5 Dampak Stunting Bagi Balita dan Bayi
Sebulan Sudah Bersandar di Pekanbaru, RSA Nusa Waluya II Belum Juga Beroperasi
Meski Dilarang di Eropa, Indonesia Tetap Beri Obat Anti-Malaria ke Pasien Covid-19
dr Afrizal Darmawan: Pasien Reaktif di RSUD Raja Musa Berasal dari Kecamatan Pelangiran dan Pulau Burung