Sosialisasi Meta Data Statistik Sektoral di Lingkungan Pemkab Lampura
BUALBUAL.com - Perkembangan teknologi digital sangat memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin mengakses data, dimana saja dan kapan saja. Berbagai tampilan informasi data yang disajikankan tentu dimaksudkan untuk mempercepat akses bagi para penggunanya dalam memperoleh apa yang diperlukan.
Namun demikian, sering kali data yang disajikan masih kurang informatif karena tidak dilengkapi dengan data klasifikasi yang jelas, sehingga masih dirasa menyulitkan dalam pencarian data. Padahal terkadang data-data tersebut sangat mendesak dibutuhkan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan maupun sebagai data pendukung dan pelengkap.
“Apalagi kita yang bekerja di lingkup pemerintahan ini, tentu sangat membutuhkan kecepatan dan ketepatan,” kata Asisten III saat memberikan sambutan mewakili Bupati Lampung Utara H. Budi Utomo, SE MM kegiatan Sosialisasi Meta Data Statistik Sektoral di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara di ruang Tapis Setdakab setempat, Rabu (24/03/2021).
Turut hadir dalam acara sosialisasi tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampura Ir. Anwar, Kabid IPDS BPS Lampung Sudiyanto, SSi, para Camat dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Perlu dipahami, sambung Asisten III, Meta Data ini adalah informasi terstruktur yang mendeskripsikan suatu informasi dan menjadikannya mudah ditemukan, digunakan atau dikelola. Tujuannya agar untuk memudahkan pengelolaan data dan informasi, memudahkan pencarian data, menghindari duplikasi data, memberikan penyajian data yang akurat, memudahkan evaluasi informasi, dan lain sebagainya.
Karena itu, Ia berharap kepada seluruh Perangkat Daerah dan Kecamatan, supaya dapat membangun dan mewujudkan Meta Data Statistik secara sektoral. Selain itu, tenaga admin pengelola data dari masing-masing Perangkat Daerah dan Kecamatan diminta lebih berfokus pada Open Data, terutama yang berhubungan pelayanan publik.
“Tujuannya agar informasi publikasi kepada masyarakat, dapat lebih mudah jika diakses. Untuk itu, dibutuhkan input data yang berkualitas agar menghasilkan metadata yang berkualitas pula. Perangkat Daerah dan Kecamatan harus aktif untuk mengisi segala informasi sesuai dengan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kabid IPDS BPS Lampung Sudiyanto, MSi menjelaskan bentuk data yang memberikan informasi atau mendeskripsikan suatu data lainnya. Hal ini kini sangat penting di dunia yang telah sangat bergantung pada data dan teknologi. Pengelompokan dibagi menjadi tiga yakni, Meta Data Deskriptif, Struktural, dan Fisik.
“Meta data Deskriptif yakni Meta data kegiatan statistik. Struktural, Meta Data menginplementasikan teknis pembuatan suatu data, dan Meta data Fisik berisi informasi untuk membantu pengolahan sumber daya,” jelasnya.
Secara fungsinya, sambung dia, dengan Meta Data bisa menyimpulkan cara mendapatkan data. Apakah ada kata kunci, kode yang bisa di link dengan yang lain. “Kita juga bisa menentukan besaran data yang akan disimpan, kemudian memudahkan dalam pencarian data.
Sementara manfaat Meta Data, menjadikan suatu dokumen tidak hanya akan mudah ditemukan tetapi juga dipahami lalu digunakan berulang-ulang untuk beragam tujuan.
Bayangkan, jika organisasi anda menerapkan metadata, maka ketika melakukan penelusuran dokumen anda cukup memasukkan kata kunci. Semakin rinci dan relevan keywords yang anda masukkan semakin akurat hasil penelusuran dokumen yang akan anda temukan.
Sementara itu, Kepala BPS Lampung Utara Ir. Anwar menambahkan, kondisi saat ini sulit untuk mendapatkan data, belum lagi ada perbedaan data. “Kita semua ini adalah produsen data. Minimal data kepegawaian. Tetapi apakah itu tertabulasi di masing Perangkat Daerah dan kecamatan, inilah yang menjadi permasalahannya. Lalu bagiamana kita sebagai produsen data mampu memiliki data yang berkualitas dan teruji.
Untuk itulah, saat ini pemerintah tengah mengimplementasi satu data dalam satu portal. Lalu bagaimana kabupaten Lampura mengimplementasikannya, sementara belum adanya regulasi Kelembagaan Satu Data Indonesia.
“Jadi kita harus punya komitmen bersama dulu untuk menyusun Perbup tentang siapa wali data, pembina data dan bagaimana hak dan kewajiban produsen data. Disisi lain kita juga sebagai konsumen data. Nah bagaimana kita membangunnya, kita perlu regulasi. Kemudian setelah itu terbit, bagaimana konsep kita merilis data dalam satu portal,” tandasnya.

Berita Lainnya
Bupati Lampura Ikuti Peringati Hari Otonomi Daerah ke XXVI Tahun 2022 Secara Virtual
Gubri Syamsuar Minta RT/RW Perketat Pengawasan Warga yang Datang Dari Luar Daerah
Rezita Berharap Dinas Perpustakaan dapat Menghadirkan Inovasi Kemajuan Inhu
Proyek Strategis: Stadion Utama Riau Akan Dikembangkan Jadi Zona Bisnis dan Wisata
Sinergi Lapas Narkotika Tanjungpinang Bersama BNNK
Bupati Bengkalis Kasmarni, sebut Rumah Sakit Pratama Secepatnya Dibangun Di Rupat
Satpol PP Mandau Rutin Lakukan Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL)
Sekdaprov Adi Himbau Penjabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator Berikan Evidence Kinerja
Banjir Sudirman Akhirnya Ditangani! Plt Gubri Turun Tangan, Solusi Permanen Segera Dibangun
Dampak Covid-19, Pajak Hotel dan Restoran di Pekanbaru Merosot hingga 75 Persen
Era Digital Bikin Anak Dekat ke Dunia, Jauh dari Rumah: PKK Riau Bergerak
PII Gandeng Pemprov Riau Lestarikan Alam Lewat Penanaman Pohon