Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Bayi Berusia Empat Bulan Menjadi Korban, Tragedi Angin Kencang di Indragiri Hilir
BUALBUAL.com- Seorang bayi perempuan berusia empat bulan dilaporkan menjadi korban dari peristiwa angin kencang yang menerjang wilayah Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau pada Kamis (15/4) pukul 16.30 WIB.
"Korban jiwa seorang balita usai 4 bulan. Selain itu 2 orang mengalami luka-luka dan 18 KK terdampak atas bencana yang dipicu oleh faktor cuaca tersebut," kata Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan melalui Kasubag Humas, Ipda Ersa, Sabtu (17/4/2021).
Berdasarkan perkembangan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir per Jumat (16/4) pukul 23.47 WIB, kerugian yang ditimbulkan atas dampak angin kencang tersebut meliputi 9 rumah rusak ringan, 9 rumah rusak berat, 1 Kantor Posyandu rusak ringan, 1 Kantor Desa Sangkar rusak ringan dan 10 tiang listrik tumbang.
Adapun hingga sejauh ini, BPBD Kabupaten Indragiri Hilir telah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu membersihkan puing rumah yang rusak dan melakukan evakuasi serta mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban terdampak.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang yang dapat memicu terjadinya banjir, banjir bandang dan tanah longsor masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dan berlaku Sabtu (17/4) hingga Minggu (18/4).
Adapun beberapa wilayah yang diperkirakan akan mengalami cuaca ekstrem meliputi Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Kemudian Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
Melihat dari adanya informasi perkembangan prakiraan cuaca tersebut, diharapkan pemerintah daerah setempat dapat mengambil kebijakan yang dianggap perlu seperti meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan koordinasi dengan Forkopimda dan lintas instansi terkait, mempersiapkan sarana dan prasarana penanganan darurat, memberikan informasi kepada masyarakat dan melakukan upaya penyelamat terpadu dalam tanggap darurat bencana.

Berita Lainnya
Pemdes Bekawan Akan Kembangkan Kegiatan Menongkah Sebagai Kegiatan Pariwisata Desa
Advokat Hendri Irawan dan Rekan Siap Layani Warga Inhil Korban Nitizen Latah
Event Wisata Religi, Pemkab Inhil Gelar Doa Peralihan Tahun di Mesjid Agung Al-Huda Tembilahan
Tanpa Merogoh Kocek Terlalu Dalam, Yuk Rasakan Menu Menarik di Cafe Kemilau Coto Makassar di Kota Tembilahan
Disajikan Dapur Lia, AQ DONAT Menjadi Idola Kuliner Baru Bagi Masyarakat Inhil
Laili Alfi Syahri Siap Mewakili Kuansing Diajang Puteri Kebudayaan Riau 2024
Menu Khas Nusantara Terbaru di @terangbulan.tbh: Nikmati Rasa dan Suasana yang Semakin Menarik!
Gara-gara Hutang Martabak, Preman Arogan Tebas Pedagang
Pengunjung Wisata Pantai Solop Inhil Membeludak, Tembus di Angka 8000 Orang
Keripik Tempe Barkah, Cocok Bagi Kamu Pencinta Cemilan, Gurih Renyah Sudah Pasti Enak
Mengenal Sempolet, Makanan Khas Inhil Riau, Begini Cara Pembuatan dan Kesedian Bahannya
Lagi Viral!! Shabu'Q Tembilahan Sensasi Makanan Shabu dan BBQ