Keberhasilan Program Peremajaan Kelapa Sawit, Gubri Syamsuar: Salah Satu Penentu Masa Depan
BUALBUAL.com - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan bahwa keberhasilan program peremajaan kelapa sawit rakyat melalui dana hibah Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjadi salah satu penentu masa depan industri kelapa sawit yang ada di provinsi Riau.
"Untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit khususnya perkebunan di Riau ini dilihat dengan keberhasilan program peremajaan kelapa sawit rakyat yang digunakan melalui dana hibah DPD PKS, dengan begitu ini bisa menjadi salah satu penentu masa depan bagi industri kelapa sawit di Provinsi Riau," ujar Gubri secara virtual, Kamis (2/9/2021).
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya di Provinsi Riau tahun 2020 yang lalu mencapai 13,16 juta ton dengan nilai US$6,8 miliar atau setara dengan Rp95,20 triliun. Begitu juga pada tahun ini terdapat peningkatan ekspor yang cukup bagus dari sawit dan turunannya.
Syamsuar juga menyampaikan bahwa sekitar 3,3 juta penduduk yang menggantungkan hidupnya di sektor perkebunan, dengan adanya potensi seperti sawit ini dapat membantu dalam menopang perekonomian masyarakat di tengah pandemi COVID-19 yang saat ini masih belum berakhir di Provinsi Riau.
"Adanya potensi yang menguntungkan seperti mengelola perkebunan kelapa sawit ini dapat membantu masyarakat dalam menopang perekonomiannya," ungkapnya
Ia menambahkan bahwasanya Provinsi Riau sebagai produsen kelapa sawit terluas di Indonesia memiliki peranan yang penting untuk memastikan ketersediaan produk kelapa sawit yang berkelanjutan.
"Pada Tahun 2021 ini harga kelapa sawit cukup menggembirakan sehingga para petani sawit yang ada di Provinsi Riau saat ini menikmati kebun sawit yang selama ini menjadi sumber mata pencahariannya," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat ME Manurung menuturkan dengan belum dilepaskannya Hak Guna Usaha (HGU) kepada masyarakat yang berkepemilikan atas tanahnya. Pihaknya meminta kepada Pemerintah Pusat untuk segera menindaklanjuti dari Undang - Undang Cipta Kerja.
"Kami ingin juga menikmati hasil jerih payah atas kerja kami, melalui bapak wakil presiden terkusus Kementerian kehutanan untuk segera menindaklanjuti Undang-Undang Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh DPR RI bersama aparat pemerintahan," tuturnya.
Selain itu, Manurung meminta kepada pemerintah Pusat melalui Wakil Presiden untuk memberikan arahan kepada DPD PKS agar dapat membangun pabrik sawit pemerintah di wilayah tempat panenan.
"Kami berharap kepada Pak Wapres bisa memberikan arahan ke DPD PKS upaya membangun pabrik di tempat panenan," mintanya.

Berita Lainnya
Masuk Finalis ADLG Awards! Sekdaprov Riau Bongkar Strategi Digitalisasi yang Siap Ubah Pelayanan Publik
Progres Pembangunan Tol Pekanbaru-Bangkinang Sudah Mencapai 66,64 Persen
Buka Kenduri Melayu Ratib Togak, Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Nilai-Nilai Budaya Untuk Pembangunan
KPU Rencanakan Pendaftaran Capres-Cawapres pada 10 Oktober
Ribuan Masyarakat Memeriahkan HUT ke-77 Kabupaten Lampung Utara
IDSD Provinsi Riau Tahun 2022 Naik Signifikan, Capai 3,16
Dibuka Pj Bupati Herman, Program Operasi Pasar Murah di Bulan Ramadhan Diawali Bagian Utara Inhil
Sebanyak 772 Napi Riau Diusulkan Dapat Remisi Hari Keagamaan
TNKB Mobdin Tanpa Antre Masuk Roro Bengkalis
Pemprov Riau akan Gunakan Dana Hibah MCC Amerika Serikat untuk Proyek Pelabuhan RoRo Dumai-Rupat
Kasat Satpol PP Sambangi KCB BRI Kotabumi Guna Patuhi Prokes Razia Yustisi
Kanwil DJPb Riau Minta Pemerintah Daerah Maksimalkan Serapan Anggaran