Rahmat Pantun Akan Luncurkan Buku 'Anak Burung Meraih Mimpi'
BUALBUAL.com - Pemantun yang lahir di Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi dan Ketua Lembaga Tepak Sirih Muhammad Sarbaini yang akrab disapa Rahmat Pantun, saat ini sedang proses pembuatan buku dan peluncurannya kumpulan puisi dan pantun yang diberi judul "Anak Burung Meraih Mimpi".
Buku ini rencananya akan di luncurkan perdana bertepatan dengan pada bulan Mei mendatang selesai hari raya Idhul Fitri tahun 2022 mendatang.
Menurut Rahmat Pantun buku ini berisikan Kumpulan Pantun Dan Puisi Karya saya sendiri yang sudah lama saya susun dan ditulis ujar Rahmat Pantun yang mengaku sangat kagum pada penyair pejuang seperti Chairil Anwar.
Sekapur sirih di dalam buku tersebut beberapa tokoh, seperti Gubernur Riau Bapak Syamsuar dan Bupati Kabupaten Rokan Hilir Bapak Afrizal Sintong.
“Melalui puisi dan pantun yang terkumpul di buku ini, saya ingin menyuarakan kisah hidup saya dan harapan saya untuk kemajuan kampung halaman Kabupaten Rokan Hilir," ungkap Rahmad, Sabtu (05/03/2022).
"Buku ini nantinya akan saya jual 50 ribu 1 buku untuk bayar upah cetaknya saja dan sisanya saya sisihkan untuk anak yatim-piatu," tutup Pemantun termuda ini.

Berita Lainnya
Marlis Syarif: Selamat dan Sukses Musda KKSS ke VII
Putra Melayu Riau Kutuk Kelakuan Selebgram Keanu Angelo 'Pakai Tanjak dengan Celana Pendek'
Lembaga Tepak Sirih Rohil Kenalkan Tari Daerah Sejak Dini
PMII Achmad Yani Cimahi Gelar Doa Bersama untuk Indonesia, Ini Harapannya
Mandah Daerah Batin Enam Suku Wilayah Kesultanan Riau Lingga 'Bagian Kedua'
Pengurus PCNU Tulang Bawang Gelar Rapat Pleno
Menjadi Sorotan Publik, Pemuda Pekanbaru Bertangan Seperti Popeye, Percaya Kekuatan Ini Akibat Ayahnya Membunuh Kepiting Besar
Mandat Ditandatangani, Formatur PD IWO Mesuji Akan Terbentuk
Legenda Mufti Indragiri, Mengenal Syekh Abdurrahman Siddiq
DPW Walantara Jabar Bantu Jembatani Pokdarwis Situ Pacing ke Pemda Bekasi
PLTU Tembilahan Jalin Silaturahmi Bersama Wartawan Inhil
Harumkan Nama Inhil di Istana Negara, Faisal Mengaku Minim Apresiasi: Sempat Tak Punya Ongkos Pulang