DPRD Bintan Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021 Jadi Perda
BUALBUAL.com - DPRD Kabupaten Bintan menggelar Rapat Paripurna yang berlangsung di Aula Gedung DPRD Bintan, Selasa (5/7) siang. Pada rapat tesebut DPRD Bintan telah menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 untuk kemudian ditetapkan menjadi Perda.

Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan usai kegiatan mengatakan bahwa Penetapan Rancangan Peraturan Daerah tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Peraturan Daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD adalah hal penting, karena merupakan bagian yang harus kita laksanakan dalam rangka tertib pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntanbel sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di Kabupaten Bintan selain itu juga menjadi legalisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, yang selanjutnya akan menjadi salah satu syarat bagi Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022.

"Maka dengan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021 yang telah disampaikan, dan setelah dicermati pendapat fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Bintan atas pengajuan Rancangan Peraturan Daerah tersebut, tentu kita akan berusaha dan berkerja keras dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan APBD pada tahun-tahun selanjutnya yang lebih baik lagi," ujarnya.

Diketahui bahwa Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2021 yang telah disetujui bahwa Pendapatan Daerah secara umum terealisasi sebesar 1,105 triliun rupiah lebih atau 102,63 persen dari target sebesar 1,077 triliun rupiah lebih yang terdiri dari PAD yang terealisasi sebesar 195,74 milyar rupiah lebih atau 97,93 persen dan Pendapatan Transfer terealisasi sebesar 870,15 milyar rupiah lebih atau 102,55 persen serta dari lain-lain pendapatan yang Sah sebesar 40,086 milyar rupiah lebih atau 137,01 persen.

Sedangkan pada Belanja Daerah, dari total anggaran sebesar 1,225 triliun rupiah lebih terealisasi 1,117 triliun rupiah lebih atau 91,20 persen. Penggunaan Belanja Daerah tersebut untuk belanja Operasi sebesar 853,95 milyar rupiah lebih atau 90,84 persen selanjutnya belanja Modal sebesar 149,41 milyar rupiah lebih atau 89,98 persen dan Belanja Tak Terduga terealisasi sebesar 5,674 milyar rupiah lebih atau 55,69 persen serta Belanja Transfer terealisasi sebesar 108,28 miilyar rupiah lebih atau 99,52 persen.

Sementara dari pembiayaan APBD tahun anggaran 2021 menunjukkan realisasi penerimaan pembiayaan sebesar 149 miliar rupiah lebih atau 100,00 persen sedangkan pengeluaran pembiayaan realisasi sebesar 1,6 milyar rupiah, sehingga tercatat pembiayaan netto sebesar 147,49 miliar rupiah lebih.

Berita Lainnya
DPRD Gelar Rapat Paripurna HUT Otonom ke-19 Kota Tanjungpinang
Mobil Operasional Baru Tidak Bisa Dianggarkan, Anggota DPRD Riau Akan Dapatkan Uang Tunjangan
Anggota DPRD Propinsi Riau Khairul Umam, Gelar Reses di Jalan Rangau dan Jalan Pipa Air Bersih
Tak Kunjung Dibuka DPRD Riau: Pertanyakan Sikap Pemprov Tentang RTH
DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-8 Masa Sidang II Tahun 2023
Anggota DPRD Riau Terpilih Dilantik 6 September 2019, Berikut Nama-namanya
Septian Nugraha Akhiri Reses Di Karang Anyer, Sebut Dirinya Ibarat Pulang Kampung
DPRD Riau Akhirnya Sahkan Pajak Pertalite 5 Persen
Antisipasi Wabah Corona, Hasanuddin Pinta Masyarakat Tingkatkan Pola Hidup Bersih dan Ikuti Imbauan Pemerintah
Terbukti Tidak Transparan, Pemko Tanjungpinang Tidak dapat Anugrah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021
Proyek WC Rp1 Miliar di Gedung DPRD Riau 'Bermasalah', Kerja PPTK Perlu Diselidiki
Abaikan Aspirasi Masyarakat, 3 Anggota DPRD Pesibar Kecewa Pada Komisioner KPU