Gubernur Kepri Dukung Penuh Kegiatan 'Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak'
BUALBUAL.com - Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri mendukung penuh setiap kegiatan yang menyerukan 'stop kekerasan terhadap perempuan dan anak'. Termasuk akan akan menyempurnakan regulasi yang mengatur tentang hal tersebut.
Statemen Gubernur Ansar ini dia sampaikan dalam sambutannya ketika menghadiri kampanye stop kekerasan terhadap perempuan dan anak di Mega Mall Batam Center, Kota Batam, Sabtu (27/8) dengan mengusung tema 'Save your self and other'.
Dalam kesempatan ini tampak hadir juga ketua TP PKK Kepri yang juga Bunda PAUD Kepri Hj. Dewi Kumalasari.
"Saya mengapresiasi sekali kegiatan seperti ini. Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini harus kita seriusi. Banyak peraturan yang mengatur termasuk sudah ada Peraturan Gubernur nomor 66 tahun 2018 yang memang perlu kita sempurnakan lagi," kata Ansar Ahmad.
Selanjutnya Ansar akan memanggil para aktifis perempuan dan anak serta pegiat anti kekerasan lainnya yang ada, untuk bersama-sama menggodok kembali Pergub yang sudah ada tersebut agar isinya lebih komprehensif dan kuat. Sehingga tidak ada celah lagi bagi siapapun untuk berti dak semena-mena terhadap perempuan dan anak.
"Perlu kita duduk bersama, baik para aktifis perempuan dan anak, Lembaga, LSM dan lainnya untuk merevisi Pergub yang ada. Sehingga sebelum saya tandatangani, Pergubnya sudah rapi dan komprehensif," katanya.
Indonesia, lanjut Ansar, sampai tahun 2045 mendatang, atau saat genap 100 tahun merdeka dituntut harus bisa melahirkan generasi yang berkualitas.
"Makanya dari sekarang kita siapkan betul-betul regulasinya agar cita-cita bangsa untuk mewujudkan generasi tangguh, generasi berkualitas dan berdaya saing di 100 tahun kemerdekaan Indonesia bisa kita wujudkan. Termasuk Kepri bisa berkontribusi untuk itu," ujar Ansar.
Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap kampanye stop kekerasan terhadap perempuan dan anak, Ansar akan memberi dukungan selain berupa regulasi yang kuat, juga secara penganggaran yang sesuai dengan kebutuhan.
"Dan yang paling penting lagi, saat ini bagaimana kita melakukan pencegahan agar kekerasan tidak terjadi. Karena mencegah itu lebih penting ketimbang menangani apa yang sudah terjadi," tegas Ansar lagi.
"Kita perlu mengedukasi anak-anak baik di rumah, di sekolah, melalui kegiatan keagamaan dan sebagainya. Dan para korban juga jangan takut atau sungkan untuk membuat laporan kepada pihak yaang berwajib," tutup Ansar.
Dalam kesempatan ini Gubernur Ansar dan Hj. Dewi Kumalasari membubuhkan tandatangan dan pesan 'stop kekerasan terhadap perempuan dan anak. Lalu disusul dengan para peserta seminar.Tampak juga masyarakat berebut ingin bersuafoto bersama Gubernur Ansar Ahmad dalam kesempatan ini.

Berita Lainnya
Kepala Kantor BPN InhiI Terima Penghargaan Kepatuhan Standar Layanan Publik dari Ombudsman RI
Pasca Penandatangan MoU, Gubernur Ansar Gelar Rapat Percepatan Pembangunan BIC
MoU Dengan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, Ini Tujuan Gubri Syamsuar
Johansyah Syafri: Patuhi Imbauan, Usah Undang Covid-19 Datang Untuk Memangsa Kita Jadi Korban
Musrenbang RKPD 2025, Bupati Kasmarni Ungkap Empat Prioritas Pembangunan
Gubernur Ansar Lantik Kepala Sekolah dan Pengawas SMA, SMK, dan SLB Se-Kepri
Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Gubri Syamsuar Jemput Mantan Gubernur Rusli Zainal Ajak Masyarakat Bersatu
Bupati Bengkalis Tinjau Langsung, Jalan Lingkar Duri Barat Tembus ke Balai Raja, Tahun Depan Diperkirakan Rampung
Mafirion: Saatnya Pancasila Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Ucapan
Jelang Ramadhan, Plt Bupati Bintan Akan Pastikan Ketersediaan Stok Minyak Goreng Aman
Bupati Ikuti Senam Bersama dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sempena Hari Jadi Bengkalis ke-513
7 Kecamatan di Kabupaten Bengkalis Sudah Salurkan BLT-DD Tahap II 100 Persen