PKS Sei Meranti Terima TBS Masyarakat, Kualitas CPO?
Diduga Tutupi Kelemahan Oknum Pengelola Kebun PTPN IV Bagan Batu, Negara Rugi Atau Untung??
BAGANBATU, BUALBUAL.com - Alamak!! Jadi bahan bebas tafsir _ Dugaan, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Meranti yang berlokasi di Simpang Pujud, Bagan Batu ( ROHIL) babat habis terima TBS ( Tandan Buah Sawit) masyarakat.
Anehnya pihak Perkebunan PTPN IV dan Perkebunan PTPN V melakukan ini tanpa menilai kuwalitas buah yang diterima dari masyarakat.
Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwasanya PKS milik BUMN ini menerima TBS tanpa sortir yang ketat alias cong bahkan parahnya dari informasi dari lapangan PKS Sei Meranti menerima buah pulangan/buah sorteran.
Ibarat pisau berbilah 2, di satu sisi memang sangat membantu para suplyer/petani buah sawit, yang diduga ada bermain dengn pihak mangejemen pengelola di PKS milik BUMN ini.
Disisi lain kuat dugaan kebun milik PTPN IV Regional III dan PTPN V (berkantor di Pekan Baru dan Medan (SUMUT) yang notabennya memiliki luas perkebunan puluhan ribu Ha tidak terkelola dengan baik, sehingga hasil panennya tidak sanggup menyediakan komoditi TBS yang dibutuhkan pabrik tersebut.
Atau upaya Mangjemen menutupi kelemahan dalam pengelolaan kebun, sehingga layak mengikuti atau mempertahankan pringkat terbaik dalam pencapaian produktivitas yang maksimal?Tanpa mempertimbangkan dampak kerugian Negara atas dugaan ini?
Padahal andai itu TBS hasil milik PTPN IV Sei Meranti pastilah kualitas CPO terjamin.
Tapi kalau hanya untuk mengejar target, padahal mencampur adukkan TBS dari Masyarakat ditambah lagi kurangnya pengawasan, berapakah kerugian Negara yang ditimbulkan atas dugaan permainan ini?
"Hal ini sangat mengherankan pihak pemerhati perkebunan dàn juga pabrik kelapa sawit mililk pengusaha yang ada di wilayah tersebut.
Ada apa yang terjadi sehingga PKS milik BUMN ini menerima TBS dari luar, apakah buah sawit banyak yang kena ninja (sebutan bagi pencuri sawit)? atau ada permainan dalam perawatan sehingga hasilnya dibilang minim.
Akibat dampak penerimaan buah masyarakat secara besar besaran, diduga adanya permainan di tingkat Mangjemen, dipastikan akan menurunkan rendemen sekaligus mutu CPO dari produksi pabrik tersebut,"sebut eks karyawan yang tidak mau disebutkan namanya.
Sejauh ini pihak PTPN IV dan V maupun pimpinan PLS Sei Meranti belum dapat dihubungi.(bersambung)

Berita Lainnya
Warga Riau Terlantar di Malaysia ‘Bisa Tewas Kami di Sini Uang dan Bekal Menipis” Akibat Lockdown Negeri Jiran
Kelulusan PPPK Pekanbaru Menunggu Panselnas
Aksi Bertajuk "Pemakaman KPK" Ratusan Pegawai KPK Diwarnai Insiden Adu Mulut Dengan Polisi
Aprinando: Optimis Maju Calon ketua Himarohu Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu "Mubes Ke-15"
Viral Wanita Ini Mengatakan Bisa Ketemu Alm Olga dan Jupe
Pjs Bupati Inhil Buka Puasa Bersama Plh Gubri, Kapolda, Danrem 031/Wirabima Dan Kabinda
Naas, Seorang Pelukis Tewas Dililit Ular Sanca Peliharaannya
BJ Habibie: 9 Pesan Kenegarawan dan Pemikiran Strategis Untuk Indonesia
Waw.. Setelah 300 Tahun Yang Lalu, Kini Orang Laut Sedunia Akan Bersatu
Ketua KPU Rohil Suprianto, Bawaslu pihak kepolisian serta TNI menyaksikan pembongkaran surat suara
Seorang Pedagang Di Masjid Istiqlal, Hargai Gambar Habib Rizieq Shihab 10.000 Sampai 5.000
Iming-iming Uang Jajan, Pria 45 Tahun Ini Berhasil Cabuli 7 Anak di Inhil