Sikap Tegas Mentan Amran
Sudah Puluhan Tahun Jadi Persoalan, MPKN Inhil Desak Pemerintah Benahi Nasib Petani Kelapa
BUALBUAL.com - Perwakilan organisasi Masyarakat Peduli Kelapa Nusantara (MPKN) Kabaputen Indragiri Hilir memberikan apresiasi atas pernyataan menteri pertanian Amran Sulaiman soal nasib petani kelapa.
Organisasi petani yang fokus menyuarakan aspirasi petani kelapa di inhil ini mendorong agar perhatian kementrian pertanian tidak berhenti pada wacana namun harus di realisasikan pada kebijakan yang benar benar berpihak kepada petani kelapa di Indragiri Hilir.
"Pernyataan menteri Amran Sulaiaman terhadap persoalan yang dihadapi petani kelapa terutama soal anjloknya harga kelapa patut di apresiasi, kami berharap hal ini dapat diaktualisasikan pada tindakan nyata yang benar benar berpihak kepada petani kelapa" kata perwakilan MPKN Inhil Fitra Andriyan Kamis, 17/09/2026.
Pelibatan Aparat Penegak Hukum dalam Mencari Penyebab Anjloknya Harga Kelapa
Mentri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau pada Kamis, 17/09/2026 menjelaskan kepada awak media bahwa aparat penegak hukum agar dilibatkan dalam menyelidiki penyebab anjloknya harga kelapa, bahkan menteri pertanian yang getol memperjuangkan swasembada pangan itu meminta Kapolda Riau hinga Kapolres Inhil agar turun langsung ke lapangan untuk menyelidiki penyebab anjloknya harga kelapa.
"Peryataan Menteri Amran Sulaiman seharusnya menjadi alarm serius, sebab aparat penegak hukum diminta dilibatkan terkait anjloknya harga kelapa dalam beberapa bulan terakhir ini. Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa ada dugaan persoalan hukum yang menjadi atensi oleh Menteri Pertanian tersebut" sambungnya.
Lima Puluh Tahun Lebih Petani Kelapa tidak Memiliki Kepastian soal Harga Kelapa
MPKN Inhil juga menyoroti persoalan yang dihadapi oleh petani kelapa telah berlangsung lebih dari setengah abad. Ia menilai persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sebagai hal wajar karena telah memberikan dampak negatif bagi petani kelapa baik secara ekonomi maupun kehidupan sosial masyarakat saat ini.
" Sikap tegas pemerintah menjadi bagian penting yang ditunggu oleh petani kelapa saat ini, kami berharap pernyataan menteri pertanian tersebut tidak lagi sekedar harapan semu" tegas Fitra.
Tiga Ratus Ribu Petani Kelapa di Inhil Terancam Miskin
Sorotan lain juga di ungkapkan oleh perwakilan MPKN Inhil, Dia menilai akibat anjloknya harga kelapa yang tidak terkontrol telah mengakibatkan lebih dari tiga ratus ribu petani kelapa terancam miskin hingga sektor UMKM ikut merasakan dampak yang sangat signifikan.
" Mayoritas masyarakat inhil adalah petani kelapa, akibat anjloknya harga kelapa ditengah lonjakan harga sembako saat ini telah membuat petani tidak memiliki pilihan kecuali harus berhutang baik itu ke warung sembako maupun tengkulak kelapa, " paparnya.
Keberlangsungan Pendidikan Anak Petani Kelapa Ikut Terancam
Kabupaten Indragiri Hilir dengan jumlah penduduk lebih dari 750, ribu jiwa dari 197 Desa 38 Kelurahan serta 20 kecamatan, mayoritas didominasi oleh petani Kelapa yang menggantungkan hidup dari sektor ini. Akibat anjloknya harga Kelapa tersebut telah mengakibatan biaya pendidikan ikut terancam.
" Tidak semua desa memiliki jenjang pendidikan hingga SLTA apalagi Universitas, sehingga demi pendidikan anak, para orang tua harus menyekolahkan anak-anak mereka ke kecamatan hingga kota tembilahan, dengan anjloknya harga kelapa menjadikan persoalan ini semakin rumit bagi petani Kelapa untuk membiayai anak-anak mereka yang berada di luar daerah," imbuhnya lagi.
Kebun Kelapa Rakyat yang Rusak Turut Memperburuk Derita Petani Kelapa
Banyaknya perkebunan kelapa rakyat yang rusak turut menjadi persoalan tersendiri bagi petani kelapa saat ini. Ditengah anjloknya harga kelapa , mayoritas petani tidak memiliki pilihan lain kecuali menyerahkan nasib kepada takdir mereka. Meskipun bantuan pemerintah telah di gelontorkan melalui Program Strategis Nasional (PSN) tidak serta merta dapat mengatasi persoalan petani saat ini, apalagi cakupan wilayah kebun yang rusak sangat luas sehingga program yang ada belum dapat menyentuh semua lini perkebunan masyarakat yang rusak saat ini.
" Jika kita menganalisis dari data perkebunan yang rusak belum sepenuhnya ter-cover oleh pemerintah, sementara penderitaan petani terus dirasakan hingga saat ini, percepatan program serta penyaluran yang tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan pemerintah, untuk itu MPKN akan mengawal soal penyaluran ini, "pungkas Fitra.
Andil Perusahan sangat Minim Terhadap Petani Kelapa
Persoalan minimnya andil perusahaan turut dipertanyakan oleh organisasi petani ini. MPKN mempertanyakan lebih dari 50 tahun perusahaan telah beroperasi namun dampaknya terhadap petani sangat minim dirasakan. Akibatnya kehadiran perusahan tersebut terhadap kesejahteraan masyarakat menjadi pertanyaan tersendiri bagi organisasi ini.
" Selama perusahaan kelapa beroperasi kita tidak benar benar melihat dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan, sehingga timbul pertanyaan sejauh mana perusahan tersebut telah berbuat untuk masyarakat petani Kelapa apalagi jika menyangkut TJSL, " terangnya.
Dampak Pencemaran Lingkungan terhadap Masyarakat Tempatan turut Menjadi Sorotan
Udara yang sehat menjadi hak bagi masyarakat tempatan, MPKN mendorong agar pemerintah pusat hingga daerah melalui kementrian hingga dinas terkait menjalankan fungsinya agar memmberikan perhatian serius soal lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Terutama terkait kadar polusi yang di timbulkan apakah masih dalam tahap kewajaran atau malah sebaliknya.
" MPKN Inhil mendorong agar kementrian lingkungan hidupt melalui dinas terkait memberikan perhatian serius terhadap dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan, apalagi ini menyangkut hajat hidup orang banyak terutama soal polusi yang ditimbulkan bagi masyarakat sekitar kawasan perusahaan apakah masih dalam batas ambang wajar," pungkasnya.
Selain itu MPKN Inhil meminta dinas kesehatan inhil segera mengambil langkah pemeriksaan terhadap kesehatan masyarakat sekitar kawasan perusahaan. Menurutnya data ini penting sebagai acuan bagi pemerintah kedepan untuk mengambil langkah antisipasi agar jaminan kesehatan masyarakat atas udara yang sehat dapat dirasakan. ***

Berita Lainnya
Nasibmu Tak Masuk Anggaran, Jembatan Putus Terusan Beringin Jaya Indragiri Hilir Utara
Antusias Puluhan Ribu Masyarakat Hadiri Kampanye Akbar Ready di Zona 2
Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57, Lapas Tembilahan Bagikan 100 Paket Sembako
Tahap II 1.500 Masker Gratis Dibagikan, Warga Apresiasi Kegiatan IWO Provinsi Riau
Milad ke-56 LAMR, Momentum Menjaga Marwah dan Jati Diri Melayu Riau
Tim Relawan Mafirion Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pulau Kijang, Reteh
Kisah Pilu Maiyah Bertahan di Tengah Pandemi, Bantuan Tak Dapat, Buat Makan Harus Utang
Peringati Hari Kartini, PLN NP UP Tenayan Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat Program TAMASYA di TAS Ibu Mithali
Wakil Ketua TP PKK Bersama Camat Abung Semuli Bagikan Sembako kepada Korban Angin Puting Beliung
Majestik Koi Farm dan Fast Farry Gelar Buka Bersama 270 Anak Yatim
Ojol dan Ojek Pangkalan di Inhu Antusias Ikuti Lomba Konten Riau Adalah Kita
HAN 2022, Jajaran Ditreskrimum Polda Lampung Berikan Bantuan di Panti Asuhan Budi Asih