Tak Lagi Sekadar Muatan Lokal
LAMR Tancap Gas! Puluhan Guru di Riau Digembleng demi Selamatkan Budaya Melayu
BUALBUAL.com - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau menggelar Pelatihan Penguatan Keterampilan Guru Budaya Melayu Riau (BMR) bagi guru SD, SMP, SMA sederajat, serta kepala sekolah se-Provinsi Riau.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 Juli 2026, di Gedung Balai Adat Kabupaten Pelalawan itu menjadi langkah konkret memperkuat pelestarian budaya Melayu melalui dunia pendidikan.
Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan tersebut, terdiri dari 15 guru SD/MI, 10 guru SMP/MTs, 10 guru SMA/SMK, serta lima kepala sekolah. Mereka dibekali berbagai materi mulai dari konsep Melayu dan kemelayuan, kurikulum BMR, penjaminan mutu pembelajaran, media pembelajaran, penyusunan modul ajar, hingga praktik mengajar.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis mewariskan nilai-nilai budaya Melayu kepada generasi muda melalui pendidikan formal.
Menurut Datuk Seri Taufik, guru memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam menanamkan identitas budaya kepada peserta didik. Karena itu, peningkatan kapasitas guru BMR menjadi kebutuhan agar pembelajaran budaya semakin efektif dan relevan.
"Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kita mewariskan kebudayaan Melayu kepada generasi mendatang. Apalagi saat ini, mata pelajaran Budaya Melayu Riau sudah resmi terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang artinya memiliki posisi kuat dan legal dalam kurikulum nasional," ujar Datuk Seri Taufik.
Pelaksanaan pelatihan juga mendapat dukungan dari dunia usaha. Perwakilan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), H. Mabrur AR, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung program pelestarian budaya melalui penguatan pendidikan.
Menurutnya, program pendidikan yang dijalankan RAPP sejalan dengan visi LAMR dalam menjaga dan mewariskan budaya Melayu kepada generasi penerus. Sinergi antara lembaga adat, dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta dinilai penting untuk membangun karakter generasi muda yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya.
Selama pelatihan, peserta akan mengikuti delapan materi utama, termasuk penyusunan modul ajar dan praktik pembelajaran Budaya Melayu Riau, sehingga mampu menerapkan metode mengajar yang lebih kreatif, adaptif, dan menarik di sekolah masing-masing.
LAMR berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Budaya Melayu Riau di sekolah sekaligus memperkuat implementasi mata pelajaran BMR yang kini telah memiliki pengakuan resmi dalam sistem pendidikan nasional.

Berita Lainnya
Kabar Baik, Sebelum Lebaran Gaji Guru Bantu Provinsi di Riau Cair
Gubernur Ansar Ajak Sukseskan Program Moderasi Beragama
Resmi! Daftar Nama Lolos Seleksi Komisaris dan Direksi BRK Syariah Diumumkan, Masyarakat Diminta Beri Masukan
Sah! SK Diteken Gubernur, Inilah Besaran UMK Masing-masing Kabupaten/Kota di Riau Tahun 2023
Bupati HM Wardan, Inhil Belum Usulkan Pemberlakuan PSBB
Inhu Hebat! Pemkab Inhu Jadi Terbaik se-Wilayah KPPN Rengat dalam Penyaluran Dana Transfer
Satu Pasien Positif Covid-19 di Riau Hari Ini Hasil Traking Kontak dari Klaster Ponpes Magetan
PSBB di Kampar, Pelalawan, Siak, Bengkalis dan Dumai Dimulai Jumat 15 Mei 2020
Tim Terpadu Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Bubarkan Masyarakat yang Olahraga di Swarna Bumi
Gubri Abdul Wahid Buka Suara Soal Larangan Study Tour dan Perpisahan Sekolah Berbiaya Tinggi
Bupati dan DPRD Inhil Tandatangani Ranperda APBD 2021 Senilai Rp 1,7 Triliun
Ketika Abdul Wahid Menyingsingkan Lengan Baju, Diplomasi Anggaran dari Meja Kementerian hingga Forum Dunia Demi Riau