Harga Ayam Ras Naik
Harga Ayam Ras di Inhu Capai Rp46.636, Rohil Tertinggi Rp48.600 per Kilogram
BUALBUAL.com – Harga daging ayam ras mengalami kenaikan secara nasional hingga pekan kedua Agustus 2026. Kenaikan tersebut turut berdampak di sejumlah daerah di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Rokan Hilir (Rohil).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) terus memantau perkembangan harga sejumlah komoditas, termasuk daging ayam ras di pasaran.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi bersama Pemerintah Pusat pada Selasa (18/8/2026).
“Berdasarkan rakor inflasi Selasa kemarin, secara nasional memang harga untuk komoditas daging ayam mulai mengalami kenaikan. Secara umum, hingga pekan kedua Agustus naik 4,92 persen dibanding Juli,” ujar Tetty, Jumat (21/8/2026).
Meski terjadi kenaikan secara nasional, Tetty menyebutkan harga daging ayam ras di sebagian besar kabupaten/kota di Riau masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp40.000 per kilogram.
Namun, kenaikan harga cukup signifikan terjadi di Kabupaten Inhu dan Rohil.
“Untuk Riau terjadi hanya di Inhu dan Rohil. Di mana, Inhu itu sebesar Rp46.636 per kilogram atau 16,58 persen di atas HAP komoditas dan di Rohil itu Rp48.600 per kilogram atau 21,5 persen di atas HAP,” jelasnya.
Di sisi lain, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) justru mencatat perkembangan berbeda. Daerah tersebut masuk dalam daftar 10 kabupaten/kota secara nasional yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) terdalam untuk komoditas daging ayam ras.
“Untuk Kuansing malah minus IPH-nya, yaitu -2,61 persen dan masuk ke dalam daftar 10 daerah secara nasional yang harga ayam rasnya jauh di bawah harga yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Tetty menjelaskan, kenaikan harga ayam ras yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah pasar tradisional di Riau dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga pakan yang mencapai Rp10 ribu per karung. Selain itu, tingginya permintaan masyarakat di pasar turut mendorong kenaikan harga ayam ras dibandingkan pekan sebelumnya.
(Pto)

Berita Lainnya
Sekda Riau Ingatkan OPD Kejar Realisasi APBD dan APBN
Gubernur Ansar Kunker ke Lingga, Ini yang Akan Dilakukan
Ketua DKMB Mesjid Arafah Duri Riki Rihardi, Turut Acara Pelepasan CJH Asal Rayon Duri
Lahan Cadangan Pangan Riau Capai 500 Ribu Hektar Lebih
Mulai 14 Juni, Jemaah Haji Riau Dijadwalkan Pulang Bertahap ke Tanah Air
Camat Mandau Lepas Pawai Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Di Kelurahan Duri Timur
Sambut HUT ke-80 Republik Indonesia, Persiapan Pemkab Bengkalis Kian Matang Haliyun Naim Haliyun Naim Sambut HUT ke-80 Republik Indonesia, Persiapan Pemkab Bengkalis Kian Matang facebook sharing button twitter sharing button whatsapp sharing button telegr
Pemprov Riau Dorong Penguatan Ideologi Menyentuh hingga ke Daerah
Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso, Hadiri Rakernas XIV APKASI Di Bogor
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pemprov Riau Kuatkan Kerja Sama Antar Pihak
Semarak Pestival Pacu Jalur tradisional, Bupati Bengkalis Hadir Kenakan Baju Melayu Lengkap
Ekraf LAMR Warnai RBR 2025, Bawa Budaya dan UMKM Lokal ke Panggung Nasional