Terduga Pemangsa Manusia
Harimau Sumatera Terduga Pemangsa Manusia di Semenanjung Kampar Berhasil Dievakuasi
BUALBUAL.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor harimau sumatera yang diduga terlibat dalam konflik dengan manusia di kawasan lanskap Semenanjung Kampar. Satwa tersebut kini menjalani observasi di Lembaga Konservasi Kasang Kulim sambil menunggu hasil uji DNA.
Kepala BBKSDA Riau melalui Kepala Bidang Teknis, Ujang Holisudin, menjelaskan harimau itu masuk ke dalam kandang jebak (box trap) yang dipasang pada 8 September 2026. Pemasangan kandang dilakukan setelah hasil pemantauan kamera jebak (camera trap) menunjukkan harimau tersebut masih berkeliaran di sekitar lokasi konflik yang terjadi pada Juli 2026.
"Berdasarkan hasil pemantauan camera trap, harimau tersebut masih berada di sekitar lokasi kejadian. Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menyelamatkan individu harimau, kami memasang box trap," ujar Ujang, Senin (19/10/2026).
Setelah berhasil dievakuasi, tim BBKSDA Riau melakukan identifikasi awal. Hasil sementara menunjukkan harimau tersebut diduga merupakan individu yang dicurigai pernah memangsa manusia (suspect man-eater). Namun, dugaan itu masih harus dipastikan melalui pengujian ilmiah.
"Sampel DNA harimau telah dikirim ke Laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk dilakukan pengujian," jelasnya.
BBKSDA Riau juga berkoordinasi dengan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PR-HS) di Dharmasraya, Sumatera Barat. Namun, karena keterbatasan kandang rehabilitasi, harimau tersebut untuk sementara dititiprawatkan di Lembaga Konservasi Kasang Kulim, Riau.
Menurut Ujang, Kasang Kulim dipilih karena memiliki sarana dan prasarana yang memadai serta ditunjuk sebagai lembaga konservasi berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 250/Kpts-II/1999.
Selama masa observasi, harimau ditempatkan di kandang perawatan yang terisolasi dari pengunjung. Pemantauan dan perawatan dilakukan secara intensif oleh tim medis BBKSDA Riau bersama tim medis PKR Arsari dan pihak Kasang Kulim.
"Hasil pengujian DNA serta observasi lanjutan akan menjadi dasar bagi BBKSDA Riau dalam menentukan langkah penanganan terhadap harimau sumatera tersebut," tutup Ujang.

Berita Lainnya
Pengabdian Terakhir AIPTU Bakhtiar Efendi, Polres Inhil Ucapkan Terima Kasih dan Selamat Jalan
Gelar Unjuk Rasa di Kejati Riau, AMMK Minta Indra Gunawan Ditahan terkait Aliran Dana Proyek di Bengkalis
Oknum ASN Ancam Wartawan, Minta Polsek Bangko Segera Tangkap Pelaku
Warga Senapelan Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Kontrakan
Petugas Rutan Kelas I Pekanbaru Geledah Kamar Hunian Warga Binaan, Temukan Handphone Hingga Gunting di Sel Tahanan
BPBD Inhil Imbau Masyarakat Tak Tinggalkan Rumah saat Banjir Rob
Laka Lantas di Jalintim Pematang Reba, Ririn Meninggal Dunia, Sopir Truk Serahkan Diri
Terungkap! Begini Kronologi Pekerja Diseret Harimau Sumatera hingga Lolos dari Maut
Jenazah Bocah Hilang di Drainase Bangkinang Kampar Ditemukan di Bawah Kayu di Belakang Pabrik Tahu
Kebakaran kembali Melanda Inhil, 3 Unit Rumah di Desa Sakarotan Hangus Terbakar
Hebohkan Warga! Ada Air 'Mendidih' Keluar dari Perut Bumi Meranti Riau
Ular Sawa 6 Meter Masuk Halaman Warga, Damkar Inhil Lakukan Evakuasi