PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Anak Jenius, Keturunan atau Faktor Lain , Orangtua Wajib Baca !
BualBual.com - Memiliki anak jenius merupakan harapan banyak orang. Pelbagai cara dilakukan para orang tua selama anak dalam kandungan agar lahir sesuai harapan. Namun, tidak banyak keluarga mendapatkan mukjizat itu.
Sehingga muncul anggapan kalau kejeniusan pada anak merupakan keturunan dari orang tua. Bagi mereka berasal dari keluarga biasa, tentu sulit mendapatkannya.
Psikolog Anak dan Keluarga dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT UI), Mira D Amir, merasa sepaham dengan kejeniusan berasal dari keturunan. Paling mudah, kata dia, anak menurunkan kemampuan dari sang ibu.
"Memang gen perempuan sangat memengaruhi tingkat kecerdasan anak," kata Mira kepada bualbual.com, Jumat (9/9) kemarin.
Mira makin yakin bahwa kejeniusan seorang anak merupakan keturunan. Seperti pada kisah Cendikiawan Suryaatmadja alias Diki, bocah 12 tahun sudah duduk di bangku kuliah Universitas Waterloo, Kanada. Di sana, bocah asal Bogor, Jawa Barat itu juga menjadi mahasiswa termuda.
Kejeniusan dimiliki Diki disebut-sebut berasal dari ibunya. Apalagi sang ibu bocah jenius ini dikenal pernah meraih juara Kimia. Kondisi ini tentu menjadi pemicu bagi bocah jenius tersebut.
"Kecerdasan Diki juga bisa dilihat dari bagaimana ibunya bisa dia jadikan sebagai role model," ujarnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak, Dr. Soedjatmiko, SpA(K), Msi, tidak sepenuhnya sepakat terkait kejeniusan berasal dari keturunan. Kejeniusan seorang anak di usia dini bisa didapat dari faktor eksternal, seperti bagaimana mendapat perlakuan dari keluarga dan lingkungan.
"Faktor kebiasaan anak itu juga bisa membentuk," kata Soedjatmiko. Dengan kata lain, kejeniusan anak sejak usia dini dapat dibentuk lingkungan sekitarnya.
Untuk meningkatkan daya pikir, menurut dia, tergantung bagaimana para orang tua memperlakukan anak. Salah satu perlu dilakukan, yakni memberikan permainan edukatif guna meningkatkan kecerdasan.
Di samping itu, diperlukan juga asupan gizi berkualitas baik selama masa tumbuh kembang anak. "Terutama saat di kandungan, asupan gizi yang diberikan, bagaimana ibunya mengasuhnya dari bayi, mengajarnya, itu semua berperan besar," pungkasnya.
Sedangkan secara medis, Soedjamiko tidak setuju bahwa gen dari ibu paling berpotensi menghasilkan anak jenius. Secara genetik, kata dia, juga bisa didapat dari anggota keluarga lainnya, seperti ayah, nenek, kakek, bahkan kerabat dekatnya.
"Tidak benar kalau anak jenius didapat dari gen ibu. Bisa juga juga dari seluruh kerabatnya," terangnya.
merdeka.com

Berita Lainnya
Ketua TP PKK Inhil Buka Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon Tahun 2018
45 Caleg dari PKB Didaftarkan ke KPU inhil
Bea Cukai Batam Berhasil Gagalkan Penyelundupan 30.037 Butir Pil Ekstasi di Harbour Bay
Peduli Warga Terdampak Covid-19, Kapolres Rokan Hulu Bagikan Sembako Untuk Warga
Polisi Cek Kebenaran Foto Bendera RI Bertuliskan Arab Dibawa Ormas
Progres Proyek Tol Pekanbaru - Dumai Lambat, Ini Solusi Menurut Anggota DPRD Riau
Negara India Jadi Tujuan Utama Ekspor Non Migas Riau
Cek Apakah Akun Facebook Sedang "Diintip" Orang Lain atau Tidak
Dua Lembaga Survey Polmark dan Voc Populi Keluarkan Rilis Berbeda Jelang Pilgubri 27 Juni Mendatang
Siap - siap Besok Bapenda Riau Gelar Razia, Kendaraan Non-BM Jadi Target
Sejumlah ASN Terjebak, Lift Gedung 9 Lantai Kantor Gubernur Riau Mendadak Macet
BMKG Sebut Belum Pastikan Selat Sunda 'Bersih' dari Tsunami