PILIHAN
Beredar : Pemdes Beringin Jaya "PAKSA" Masyarakat Singingi hilir Pungut Uang Pemasangan Lampu TPU
Bualbual.com - Kuansing, Masyarakat desa beringin jaya bagai jatuh ketimpa tangga,belum lama yang lalu pemerintah desa menyerukan pemotongan hasil kebun tiap hektar untuk membangun mesjid, kali ini pemdes berulah lagi,seakan semua kegiatan di berat kan ke masyarakat,, ya guna menyambung meteran listrik di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pemdes mematok Harga 10.000 per Kepala Keluarga.
Hal ini sangat disayangkan masyarakat seharusnya pemdes kita itu banyak mengulurkan bantuan ke masyarakat bukan sebaliknya pemdes,seolah masyarakat sebuah perusahaan sedangkan pemdes organisasi yg meminta Proposal setiap ada kegiatan.
Hal diungkap salah seorang petani yg menyatakan pusing kalau seperti ini,mana hasil kebun sedikit ,lama lama kalo seperti ini kami mau makan apa ungkapnya.
Saat bualbual.com mengklarifikasi hal tersebut pak RT giring menunjukkan surat edaran tersebut, dan beliau sebagai RT sudah menginformasikan kewarganya, masalah mau atau tidaknya warganya membatu beliau menyerahkan sepenuhnya terhadap pribadi masing masing. Tetapi alangkah baiknya tidak dipatok berapa mau menyumbang .
Saat mas afif melihat surat edaran tersebut beliau hanya tertawa ,bagaimana tidak surat yang hanya selembar tersebut tidak dituliskan perincian kebutuhan,atau kalkulasi kekurangan, ini artinya semua biaya dibebankan ke masyarakat.
Wah enak ya baru pejabat desa saja sudah begini apalagi dituliskan PER KK artinya wajib sama saja dengan pemaksaan ucapnya,
Tolonglah pemerintah desa kita ini jangan banyak ngemis ke masyarakat kita ,apa tidak ada dana desa jikalau dana desa utuk tahun ini sudah tidak ada mungkin tahun depan bisa ini bisa masuk program pembangunan ditambah lagi dengan pemagaran area TPU tersebut.
Editor : Ucl
Saat bualbual.com mengklarifikasi hal tersebut pak RT giring menunjukkan surat edaran tersebut, dan beliau sebagai RT sudah menginformasikan kewarganya, masalah mau atau tidaknya warganya membatu beliau menyerahkan sepenuhnya terhadap pribadi masing masing. Tetapi alangkah baiknya tidak dipatok berapa mau menyumbang .
Saat mas afif melihat surat edaran tersebut beliau hanya tertawa ,bagaimana tidak surat yang hanya selembar tersebut tidak dituliskan perincian kebutuhan,atau kalkulasi kekurangan, ini artinya semua biaya dibebankan ke masyarakat.
Wah enak ya baru pejabat desa saja sudah begini apalagi dituliskan PER KK artinya wajib sama saja dengan pemaksaan ucapnya,
Tolonglah pemerintah desa kita ini jangan banyak ngemis ke masyarakat kita ,apa tidak ada dana desa jikalau dana desa utuk tahun ini sudah tidak ada mungkin tahun depan bisa ini bisa masuk program pembangunan ditambah lagi dengan pemagaran area TPU tersebut.
Editor : Ucl

Berita Lainnya
Soal Pemeriksaan Polisi Upaya Bungkam Sikap Kritis Dahnil Dengan Instrumen Hukum
Tim Putri Jakarta Pertamina Energi Gulung Jakarta Elektrik PLN
Truck Tronton VS Honda Vario, Akibatkan 1 Pelajar Tewas Dan 1 Luka Ringan Di CPI Gate Suharto Sebanga.
Polres Rohul Gerebek Kafe Remang Remang di KM 6 Sukamaju
Ketua HKBS Inhil Menolak Faham Radikal Serta Mendukung Pelantikan Presiden
Setelah Ditangkap Ternyata Pengedar Sabu-sabu 'Lari Lihat Polisi Patroli'
Harumkan Nama Inhil, Atlet 'PERCASI' Raih Mendali Emas Pada Kejuaraan Catur di Kampar Riau
Guna Meningkatkan Pembinaan dan Pengembangan UKS/M, Bupati Inhil Lakukan Kuker ke Jawa Timur
Satlantas Polresta Pekanbaru Akan Menerapkan Sangsi e-Tilang Tiga Bulan Kedepan
Ahmad Dhani Ditetapkan jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian
Pemko Pekanbaru Anggarkan Rp500 Juta Untuk Taman Perkantoran
Sekda Inhil: H-12 Persiapan Festival Hari Kelapa International Sudah Mencapai 90 %