PILIHAN
Harga Minyak Dunia Naik Terimbas Pemotongan ProduksiI
Harga Minyak Dunia Naik Terimbas Pemotongan ProduksiI
Bualbual.com,- Harga minyak dunia pada perdagangan hari ini kembali menguat, didukung oleh pemotongan pasokan yang terus berlanjut yang dipimpin olehOPEC, ketegangan di Timur Tengah dan produksi yang lebih rendah di Amerika Serikat sebagai akibat dari penutupan saat terjadi badai.Seperti dikutip dariReuters,Kamis (19/10/2017), harga minyak brent sebagai patokan harga minyak internasional berada di level USD58,25 pada pukul 00.29 GMT, naik 10 sen atau 0,2% dari penutupan terakhir mereka.
Sementara, harga minyak AS, West texas Intermediate (WTI) berada di level USD52,11 per barel, naik 7 sen atau 0,1%.Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan, persediaan minyak mentah turun sebesar 5,7 juta barel dalam sepekan sampai 13 Oktober menjadi 456,49 juta barel.Produksi minyak AS merosot hingga 11% dari pekan sebelumnya menjadi 8,4 juta barel per hari (bpd), level terendah sejak Juni 2014 karena banyak rig harus ditutup karena Badai Nate, yang melanda pantai Teluk AS pada awal Oktober.
Di luar penurunan produksi dan ketegangan AS di Irak dan antara Amerika Serikat dan Iran, para analis memperkirakan bahwa pasar akan semakin memperketat karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya, termasukRusia dapat memperpanjang kesepakatan untuk mengekang produksi melampaui tanggal yang ditentukan, yakni pada akhir Maret 2018."OPEC sangat ingin membawa pasar kedalam ekuilibrium dan banyak cadangan berlebih, yang diakibatkan sebagai hasil dari semua pendekatan produksi selama beberapa tahun terakhir.
Saya mengharapkan OPEC dan Rusia menyetujui perpanjangan 9 bulan lagi untuk pengurangan produksi," kata penasihat Shane Chanel, penasihat ekuitas dan derivatif di ASR Wealth Advisers.Konsultan risiko politik Eurasia Group mengatakan bahwa rencana Arab Saudi untuk mencantumkan raksasa minyak milik negara Aramco juga menyukai pengurangan produksi yang diperluas untuk menopang harga minyak.
"Arab Saudi akan mengupayakan perpanjangan kesepakatan pembagian produksi sebagai IPO (dari Saudi Aramco) tetap merupakan bagian dari rencana jangka panjang, stabilitas harga akan tetap menjadi bagian inti dari strategi. Pemerintah masih membutuhkan yang lebih tinggi atas pendapatan minyak untuk mendukung kebutuhan belanja dan program reformasi," terangnya.
(Sindo/bbc)

Berita Lainnya
Riau Urutan 11 Nasional, Ada 5.859 Kasus HIV/AIDS
Lewat Upaya Banding Yusril Bakal Bikin HTI Eksis Lagi, Ini Tiga Alasannya
Begini Klarifikasi Direktur PT PER Terkait Kredit Macet Senilai Rp 1,29 Miliar
Pemadaman Terkendala Air, Sudah 1.337,16 Hektare Lahan Terbakar di Riau
Ini Penyakit yang Serang Masyarakat Pekanbaru Akibat Asap, Selain ISPA
Prabowo Kesal ke Pers, Politisi PSI Ngotot Masa 212 tidak 11 Juta, Guntur Ramli Jangan-jangan Dia Kesurupan
Hibur Korban Tsunami Palu, APSI Riau dan FPR Boyong Vokalis Band Internasional 'Debu'
Dinas PUPR Riau Terus Gesa Perbaikan Kerusakan Jalan Provinsi di Inhil
Melayat Kekediaman H Syakrani Bin Syawal di Kecamatan Reteh,Wabup Inhil Ucapkan Bela Sungkawa
Bupati Inhil HM. Wardan Tegaskan Muslim NU Tidak Ada Kaitannya Dengan Partai Politik
Muhammadiyah Ajak Bawaslu Selidiki Penyebab Ratusan KPPS Meninggal Dunia
Sah! APBD-P Riau 2019 Sebesar Rp9,426 Triliun