PILIHAN
WNA Cina Ditetapkan Tersangka Kasus Langgar Keimigrasian
Bualbual.com, Kantor Imigrasi Kelas II A Bengkalis menetapkan dua orang warga negara asing (WNA) asal Cina sebagai tersangka karena melanggar keimigrasian, Selasa (19/3/2018).
Keduanya merupakan ayah dan anak, ZY (27) dan ZS (52). Mereka ditetapkan tersangka setelah diproses pemeriksaan sejak 4 Februari 2018. Kepala Imigrasi Bengkalis, Toto Suryanto mengungkapkan kedua WNA tersebut diproses tindakan keimigrasian setelah pihaknya mendapat laporan warga adanya orang asing yang melakukan penjualan eskrim di salah satu ruko di Kelapapati Laut Desa Kelapa pati, Februari 2018.
Berawal dari informasi warga, Imigrasi bersinergi dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) melakukan penyelidikan. "Hari ini sudah tersangka. Kemungkinan bisa kita tahan, tergantung penyidik," ungkap Toto Suryanto dalam press rilis didampingi Kepala Lapas Agus Pritiatno, Kasi Intel Kejaksaan Ignauli dan Tim Pora.
Menurut Kepala Imigrasi, warga melaporkan kedua orang itu lantaran mereka terlihat aneh saat melayani pembeli eskrim. Keduanya melayani pembeli hanya dengan kode-kode tanpa mengeluarkan bahasa.
"Masyarakat curiga ini bukan orang Indonesia, mereka melayani tidak berbahasa Indonesia. Masyarakat selanjutnya melaporkan ke Imigrasi dan kami bersinergi dengan Tim Pora melakukan penyelidikan," terangnya.
Toto Suryanto menambahkan, keduanya melakukan pelanggaran berbeda. ZY anak ZS memiliki kartu izin tinggal terbatas (Kitas) dan izin kegiatan bekerja. Namun ZY melakukan penyalahgunaan izin dengan menyuruh orangtua bekerja menjual eskrim padahal ZS hanya mengantongi izin kunjungan.
"Sejumlah barang bukti diamankan diantaranya uang hasil transaksi penjualan Rp700, kalkulator, dokumen perjalanan atau paspor dan bungkusan eskrim," imbuh Kepala Imigrasi Toto Suryanto seraya menyebutkan keduanya terancam 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta.*(grc)

Berita Lainnya
Oknum DPRD Kampar Ditangkap di Jakarta 'Terjerat Kasus Korupsi'
Abdul Wahid Sebut Riau Terindikasi Rawan dengan Gerakan Terorisme
Soal Sebutan Kafir Jadi Heboh, Begini Penjelasan UAS
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Dalam Mobil di Bawah Pohon Pisang
Anggota DPRD Prov Riau Karmila Kunjungi Tempat Pembuatan Dodol, di Tanah Putih Tanjung Melawan - Rohil
Dikuala Indragiri Wardan dan Zulaikha Di Sambut Meriah Oleh Masyarakat
Bupati Inhil HM. Wardan Pimpin Upacara Pencanangan Penguatan Muatan Lokal Budaya Melayu
Polresta Pekanbaru Ucapkan Selamat Hari Juang Kartika ke-72
Sebelum ramadhan, Pemkab Inhil Akan Keluarkan Surat Edaran
Entah Apa yang Merasuki! di Rumbai Seoramg Ayah Tega Gauli Anak Kandung hingga Hamil
Pemkot Malang Lahirkan Semangat Inovasi Dimulai dari Kelurahan
Pelaksanaan Pemilu Dituding Curang, KPU Riau: Soal Dokumen Kita Selalu Terbuka