PILIHAN
Antisipasi Gepeng Saat Ramadhan Pemko dan Pemprov Harus Kerjasama
BUALBUAL.com, Menjelang bulan Ramadhan, jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) di daerah perkotaan biasanya mengalami peningkatan. Termasuk di Pekanbaru, di mana para gepeng tersebut memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang berinfak saat Ramadhan.
Disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD Riau, M Adil bahwa kewenangan pemulangan gepeng tersebut ada di kahupaten/kota, dalam hal ini Pemko Pekanbaru. Sedangkan di provinsi sendiri memiliki fungsi koordinasi terhadap kabupaten/kota.
"Ini menjadi kebiasaan yang buruk, harusnya pemerintah di Riau bisa mengatasinya. Di Jakarta saja yang ramai bisa gepeng ini diatasi," kata Adil pada Kamis (3/5/2018).
Adil menyebutkan bahwa harus ada koordinasi dari Dinas Sosial Kota dan Provinsi supaya bisa melakukan pemulangan ke daerahnya masing-masing. "Jika kurang anggarannya, bisa koordinasi dengan provinsi," sehut Politisi Partai Hanura ini.
Selain itu, di Dinsos Riau juga ada pelatihan bagi gepeng yang sudah tidak memiliki keluarga. Pembekalan keterampilan ini nantinya bisa dipergunakan bagi gepeng tersebut untuk bekerja, sehingga tidak lagi mengemis di tempat-tempat keramaian.***
cakaplah.com

Berita Lainnya
Asian Games 2018, Abdul Malik Persembahkan Emas Ke-20 bagi Indonesia
H. Syamsuar Minta Dunia Usaha Tidak Tinggal Diam Terkait Corona
Catatan Akhir Tahun di Riau: Bencana Asap, Teror Satwa hingga Banjir
Replanting Sawit Untuk Petani,Inovasi Bernilai Ekonomis,Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Jelang Hari Raya Enam Kecamatan Di Inhil Langka Gas LPG 3 Kg, Pertamina Diminta Adakan Operasi Pasar
Ketum PBNU: Apa Tujuannya, FPI akan Demo di Mabes Polri
Riau Membara, Siak, Pelalawan dan Inhil Sumbang Titik Panas Terbanyak '138 Titik Api'
#7 Sumpah Pemuda Kepada Pemudi yang Susah Dipertanggung Jawabkan
BKD Riau: ASN Jangan Bersentuhan dengan Narkoba
Polsek Kemuning Patroli Terpadu Bersama Sejumlah Unsur
Meriahkan Hari Jadi ke-506 Bengkalis, Pemkab Bengkalis Gelar Permainan Rakyat
Minta Pelaku Dihukum Mati, Tangisan kesedihan Orang Tua Korban: Kemana Kepala Anak Saya Dibuang?