PILIHAN
Terdakwa Dugaan Penggelapan PT. THIP Pelangiran Divonis 10 Bulan Kurungan
Pelaku penggelapan uang perusahaan PT. THIP inisial IF (24) akhirnya diganjar hukuman kurungan selama sepuluh bulan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tembilahan, Senin 17/09/2018.
"Terdakwa terbukti melakukan penggelapan dalam jabatan yang melanggar Pasal 374 KUHP," kata Ketua Majelis Hakim PN Tembilahan, Nurmala Sinurat,SH yang juga sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan.
Vonis terhadap IF itu lebih rendah dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut hukuman kurungan selama 1 tahun. Hal yang memberatkan terdakwa dalam persidangan yakni perbuatan terdakwa merugikan perusahaan dan yang meringankan yakni terdakwa mengakui secara terus terang, bersikap sopan, dan menyesali atas perbuatannya tersebut.
Dalam sidang sebelumnya, terungkap bahwa terdakwa menggelapkan uang perusahaan dengan cara mengaktifkan kembali gaji 2 orang karyawan lepas yang sudah berhenti.
Kuasa Hukum Terdakwa, Sarwo Saddam Matondang,SH,MH mengatakan, hal tersebut dilakukan terdakwa untuk membayar hutang karyawan tersebut.
"Memang benar terdakwa mengakuinya namun yang dilakukannya itu untuk membayar hutang 2 orang mantan karyawannya itu di kedai. Klien saya khawatir jika gak dibayar nanti gak mau lagi kedai dekat tempatnya bekerja itu menerima hutang para karyawan lainnya" ungkapnya.
Kemudian Yudhia Perdana Sikumbang,SH,CPL yang juga kuasa hukum Terdakwa menambahkan bahwa terdakwa tidak menikmati uang hasil penggelapan tersebut dan pikir-pikir untuk mengajukan banding.
"Dipersidangan sebelumnya terungkap juga melalui keterangan klien kami, bahwa ia tidak ada menikmati uang hasil penggelapan tersebut dan dalam putusan sidang tadi klien kami menyatakan pikir-pikir untuk banding, ya kami selaku penasehat hukum menghormati saja apa yang diinginkan klien kami ini" tandasnya.
Kemudian Yudhia juga menambah bahwa ia dan rekannya menghormati putusan majelis hakim terkait perkara ini dan berharap hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak.
"Kami sangat menghargai putusan ini setidaknya pembelaan kami dipertimbangkan oleh majelis hakim dan lebih lanjutnya kita tunggu saja kedepannya apakah kami banding atau tidak" tutupnya.
Sebelumnya, IF yang merupakan karyawan PT. THIP Pelangiran ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kepolisian Resor Inhil pada tanggal 12/04/2018 atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam perusahaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.***

Berita Lainnya
Warga Lipat Kain Kampar Dibubarkan Aparat Gabungan Karena Masih Nongkrong Dimalam Hari
Ketua DPRD Dani M. Nursalam Sambut Baik Kedatangan Pengurus Laskar Melayu Riau - Inhil
Saat Panglima TNI Datang! Satpol PP Buru-buru Copot Masker di Patung Depan Kediaman Gubernur Riau
Wakapolresta Pekanbaru Hadiri FGD UIN Suska dengan Forum PTKIN se Indonesia
Kepala Mahasiswa Bocor Saat Aksi Bela Kamarek, Diduga Dipukul Oknum Aparat
Harga TBS Sawit di Riau Naik, Jelang Idul Fitri
Stadion Utama Riau akan Jadi Tempat Training Camp dan Ujicoba Timnas Indonesia
Bupati dan Forkopimda Inhil Tinjau Lokasi Pelatihan Karhutla
Istana Akan Gelar Jumpa Pers Malam ini Pukul 21.00 WIB, Menteri ESDM Arcandra Mundur?
Masih Cari Mahasiswi Unisi, Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil dan Pol Air Serta Basarnas Sisir Sungai Batang Gangsal
Tim Opsnal Polsek Tambang Kampar, Ringkus Seorang Pengedar Sabu
Ical Prediksi Ada 6 Tokoh Bertarung Rebut Posisi Ketua Golkar