PILIHAN
Joko Widodo Terkikih saat Disinggung 'Tampang Boyolali'
BUALBUAL.com, Presiden petahana RI Joko Widodo (Jokowi) terkikih ketika disinggung mengenai 'Tampang Boyolali'. Boyolali adalah kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi topik pembicaraan sebab calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berguyon nasib susah sama seperti orang Boyolali.
Awalnya, Jokowi seperti tidak mendengar pertanyaan mengenai guyonan Boyolali itu karena bisingnya suara di tempat pengarahan kepada calon legislatif Partai Hanura di Hotel Discovery Ancol, Jakarta, Rabu (7/11) malam. Namun, ia hanya tertawa ketika mendengar pertanyaan itu untuk kesekian kalinya. Jokowi terkikih-kikih sambil berjalan meninggalkan lokasi.
Darah Boyolali diketahui mengalir dalam tubuh orang nomor satu di Indonesia ini. Orang tua dari Ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomihardjo, berasal dari Boyolali.
Kakek dan nenek mantan Wali Kota Solo ini, Wirorejo dan Sani, berasal dari Dusun Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.
'Tampang Boyolali' mencuat setelah Prabowo menyatakan Jakarta dipenuhi gedung menjulang tinggi dan hotel-hotel mewah. Namun, ia menyebut warga tampang Boyolali tak bisa masuk ke hotel-hotel tersebut.
"Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian, ya tampang Boyolali ini, betul?" kata Prabowo kala itu.
Pernyataan itu berujung polemik. Banyak pihak tidak terima orang Boyolali diidentikkan dengan orang susah. Pidato ini dilaporkan seorang warga Boyolali bernama Dakun (47) ke Polda Metro Jaya karena tersinggung dan terhina atas ucapan Prabowo soal 'tampang Boyolali'.
Tak hanya itu, ribuan warga memadati Balai Sidang Mahesa Boyolali beberapa waktu lalu sebagai protes terhadap Prabowo. Pernyataan itu dianggap merendahkan martabat warga Boyolali.
Tak lama setelah itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini menyatakan dirinya hanya bercanda dan tak berniat menghina. Ia akhirnya melalui video blog meminta maaf kepada seluruh masyarakat, terutama warga Boyolali.
Pemimpin Komunikatif
Menanggapi soal kepemimpinan, Jokowi menyatakan masyarakat membutuhkan pemimpin yang dapat berkomunikasi dengan baik tanpa marah-marah. Menurutnya, komunikasi yang baik membuat pesan dan maksud tersampaikan.
"Saya senang tegas tapi enggak suka marah-marah. Karena ada yang bilangnya tegas tapi suka marah-marah," kata Jokowi di tempat yang sama.
Jokowi tak mendetailkan tokoh yang kerap marah-marah dalam menyampaikan sesuatu kepada rakyat. Ia hanya mencontohkan gaya berpidato Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang tegas. Jokowi menyatakan selalu terkagum-kagum setelah mendengarkan pria yang juga menjabat Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu kala berpidato.
"Ketua Umum Partai Hanura ini memang tegas, setiap sambutannya kelihatan sekali kalau beliau ini tegas. Tapi, saya tidak tahu kalau pas tidak ada saya, bisa lebih tegas lagi apa jangan-jangan alus. Tapi saya yakin sama juga pasti tegas," ujar Jokowi.
Soal kepemimpinan, pria yang menjadi capres nomor urut 01 dalam Pilpres 2019 itu menyatkaan pemimpin baik harus siap dan selalu mendengarkan aspirasi, kebutuhan, dan masukan masyarakat. Ketegasan dibutuhkan dalam membuat kebijakan dan bertindak.
"Tapi tegas itu tidak sama dengan otoriter, ini beda dan tolong dibedakan," katanya.
Sumber: cnnindonesia

Berita Lainnya
Inhil Raih Peroleh Opini WTP BPK Riau, Wardan Ucap Ini Kado Terindah dan Hasil Kerja Keras Kita Bersama
Sempat Hobohkan Netizen, Ular King Cobra Sungai Pagar Riau Gigi nya Ompong?
Bawaslu Minta Gerindra Riau Jemput Uang Rp506 Juta 'Dugaan Politik Uang Tak Terbukti'
Soal Penolakan #2019GantiPresiden, Ini Kata ARB
HMI MPO Pekanbaru Gelar Aksi Demo Tolak Kebijakan Jokowi Terkait Kenaikan Iuran BPJS
Ini Peristiwa Tengelamnya Nelayan Desa Pulau Kijang Kec Reteh Inhil
Mengenai Pasar Cik Puan Pekanbaru, Walikota: Saya Mau Untung, Untung dan Untung
Wabup Inhil Hadiri Pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Perhubungan
Inilah 3 Jagoan line up skuter premium MAXI YAMAHA
Syamsuar Hadiri Hari Kebangsaan Malaysia Ke-62
Jelang Menghadapi Tahun Politik "Pilkada" Polisi Perketat Pengawasan Berita Hoax di Sosmed
Menteri Sosial Tak Cemas Iuran BPJS Masyarakat Miskin Naik