PILIHAN
KPK Dalami Keterlibatan Dirut PLN Terkait Korupsi PLTU Riau-1
BUALBUAL.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tengah mendalami peran Direktur Utama PLN Sofyan Basir berdasarkan fakta di persidangan dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1.
Salah satu fakta persidangan mengungkapkan adanya beberapa regulasi yang dilanggar oleh Sofyan terkait Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) PLTU MT Riau-1.
"Beberapa dugaan-dugaan pelanggaran aturan itu sudah kami identifikasi, KPK juga harus mendalami apakah ada pelaku-pelaku lain pada kasus suap terkait dengan PLTU Riau-1 itu," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat malam (18/1).
Febri mengungkapkan KPK tak bisa secara otomatis meningkatkan status seseorang sebagai tersangka. KPK katanya perlu memperhatikan bukti permulaan yang cukup dan aturan yang berlaku untuk menjerat pelaku lain.
"Tentu saja memproses itu harus berdasarkan bukti-bukti yang kami yakini dan aturan yang berlaku. Apa saja bukti yang kurang? Tidak bisa disampaikan karena prosesnya masih berjalan," kata dia.
Nama Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir disebut dalam dakwaan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Saragih. Dalam dakwaannya, Eni didakwa menerima Rp4,75 miliar dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo terkait proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1.
Dalam persidangan sebelumnya, Sofyan mengaku bertemu beberapa kali dengan Kotjo dan Eni di sejumlah lokasi. Namun, Sofyan menegaskan tak pernah membicarakan masalah fee dengan Kotjo maupun Eni terkait proyek PLTU Riau-1.
"Seingat saya tidak. Seingat saya tidak pernah," kata Sofyan beberapa pekan lalu.
Dalam perkara ini, Lembaga Antirasuah menetapkan tiga tersangka yakni bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.
Sumber: cnnindonesia

Berita Lainnya
Pemko Dumai Serahkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kebakaran di Komplek Perumahan Kampus STMIK
Warga Pulau Burung Nekad Mengakhiri Hidup Dengan Gantung Diri
Gubernur Kepri Lakukan Pembohongan Publik
Inilah Sejarah Terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti
Ayat Cahyadi: Ingatkan Sekolah Tak Terima Siswa Baru Lebih dari Daya Tampung
Tak Aral Melintang Besok 184 Jemaah Haji Kembali ke Kota Dumai
Persiapan Pembenahan Stadion Utama Riau Digesa
1.501 Orang Terpapar ISPA, Kampar Mulai Diselimuti Kabut Asap
HM. Wardan Harapkan Jambore PKK Lahir Kader Berkualitas
Di Desa Benteng Kedatangan Wardan-SU Disambut Antusias Masyarakat Ingin Bertemu
Sampai Hari Ini Bau Menyenggat Limbah PT BSS Masih Dirasakan Warga
Gubernur Syamsuar akan Evaluasi OPD yang Realisasi Kegiatannya Rendah