PILIHAN
Era Pemerintahan Jokowi: Doa Saja Direvisi, Apalagi Kebijakan
BUALBUAL.com, Sangat mudah dan cepat merevisi sebuah kebijakan? Pertanyaan mengenai kebiasaan tidak baik di era pemerintahan Joko Widodo ini sempat menggelayut di benak Wakil Sekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar.
"Saya sempat berpikir mengapa di era sekarang banyak yang direvisi ya?" ujar dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/2).
Dia menyebutkan beberapa contoh revisi yang dilakukan oleh Jokowi dan lingkaran kekuasaannya yang terjadi kurang dari dua bulan terakhir. Pertama, soal pembebasan Abu Bakar Baasyir. Jokowi mengatakan Baasyir dibebaskan dengan pertimbangan kemanusiaan. Beberapa hari kemudian pernyataan Jokowi itu dimentahkan oleh Menko Polhukam Wiranto. Hingga sekarang Baasyir pun mendekam di dalam penjara.
Kedua, menyanyikan Indonesia Raya di bioskop sebelum film diputar. Surat imbauan sudah disebar Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Namun kurang dari seminggu, Imam mengamputasi kebijakannya itu.
Ketiga, Jokowi berjanji mengangkat 17 ribu penyuluh pertanian menjadi PNS. Di hadapan ribuan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) di acara Silaturahmi THL-TBPP Indonesia di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu (3/2), Jokowi mengatakan pengangkatan bisa langsung dilakukan setelah dirinya menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) dan Keputusan Presiden (Keppres).
Tapi sehari kemudian janji Jokowi ini direvisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin. Dia menegaskan penyuluh pertanian tak bisa jadi PNS.
Lebih heboh lagi, kata Renanda, ketika kader PPP yang merupakan salah satu pendukung utama Jokowi, Romahurmuziy (Romi) meminta Kiai Maimoen Zubair merevisi doanya. Peristiwa itu terjadi saat Jokowi mengunjungi kediaman Mbah Moen di Ponpes Al-Anwar, Rembang, Jumat (1/2) malam.
Saat itu, doa Mbah Moen dalam bahasa Arab yang menyebut nama Prabowo diminta Romi diulang dan diganti dengan nama Jokowi.
"Nah sekarang ini doa saja bisa direvisi?" tanya Renanda terheran.
Sumber: RMOL.co

Berita Lainnya
Jokowi Widodo Jangan Cuci Tangan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polsek Tanjungpinang Gelar Operasi Pekat dan Cipkon
Tudingan Fadli Zon: Jokowi manfaatkan Antasari buat kepentingan politik
Syamsuar dan Menteri LHK Kampanyekan Jokowi di Kandis Riau
DPMPTSP: Tanjungpinang Gelar Bimbingan dan Penyuluhan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Online bagi 150 Pelaku Usaha
Prabowo Terbang ke Rusia, Agenda Penting Bahas Ketahanan Energi Nasional
Puluhan Santriwati Jadi Korban! PKB Sebut Skandal Asusila di Pati Pelanggaran HAM Berat
Chalid Said Salim sebagai Direktur Utama PHR, Gantikan Jaffee Arizon Suardin
Gubernur Kepri Jalani Pemeriksaan di Mapolres Tanjungpinang Terkait Dugaan OTT oleh KPK
Bahaya, Wapres Jokowi, Ma'ruf Amin Gampang Percaya Info Yang Belum Valid
Untuk Apa Saja? Pemprov Riau Akan Terima Uang Rp 1,7 Triliun dari Amerika Serikat
Menristekdikti Dilaporkan BEM Se-Indonesia ke Bawaslu Diduga Kampanyekan Jokowi di Kampus