PILIHAN
Negara Jerman Larang Facebook Kumpulkan Data Pengguna
BUALBUAL.com, Pemerintah Jerman meminta Facebookuntuk berhenti mengumpulkan data pengguna di negara tersebut. Keputusan ini diambil setelah Facebook dinilai menyalahgunakan informasi tanpa mendapat persetujuan dari pengguna.
Badan Pengawas Antimonopoli Jerman menyatakan keberatan dengan cara Facebook mengumpulkan data pengguna kemudian membagikannya dengan pihak ketiga.
"Kedepan Facebook tidak lagi diperbolehkan memaksa pengguna untuk menyetujui pengumpulan data yang tidak dibatasi dan membagikannya ke pihak lain," ungkap Kepala Kantor Kartel Federal Jerman Andreas Mundt, dikutip dari Reuters, Sabtu (9/2).
Facebook hanya diperbolehkan untuk mentransfer data dari WhatsApp atau Instagram pengguna ke akun Facebook-nya, termasuk membaginya ke pihak lain, dengan catatan harus ada persetujuan pengguna.
Jika pengguna tak setuju, Facebook harus membatasi pengumpulan dan penggabungan data tersebut.
Pemerintah Jerman mengaku akan menjatuhi denda 10 persen dari pendapatan global tahunan perusahaan jika Facebook lalai mematuhi putusan ini.
Menteri Hukum Jerman Katarina Barley mengatakan aturan ini dibuat lantaran pengguna sering tidak menyadari aliran data yang dibagikan melalui Facebook.
"Kita harus teliti menangani penyalahgunaan data ke depannya," kata dia.
Facebook pun menyatakan keberatan dengan keputusan ini dan berencana mengajukan banding. Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini mengatakan pihak regulator meremehkan kompetisi bisnis dan merusak aturan privasi Uni Eropa yang baru diberlakukan tahun lalu.
"Kami tidak setuju dengan keputusan itu dan berniat untuk naik banding agar orang-orang Jerman bisa mendapatkan manfaat penuh dari layanan kami," tulis Facebook dalam keterangannya.
Pemerintah Jerman memberikan waktu 12 bulan bagi Facebook untuk mematuhi aturan ini. Sementara pengajuan banding diajukan dalam aktu maksimal satu bulan sejak keputusan.
Sejak 2017, Badan Pengawas Antimonopoli Jerman memperluas aturan dengan memasukkan perlindungan konsumen untuk kasus kepentingan publik.
Facebook tercatat memiliki sekitar 23 juta pengguna aktif harian dengan pangsa pasar 95 persen di Jerman.
Sumber: cnnindonesia.com

Berita Lainnya
Awal Tahun 2020 Tembilahan Alami Inflasi 0,41 Persen
Musibah Angin Puting Beliung Terjang Kel Pulau Kijang Kec Reteh 'Pasar Ikan Ambruk'
Pemkab Inhil Nyatakan Mobil Aset Daerah Tidak Keluar Kandang
Nenek 80 Tahun Asal Kuantan Mudik Hilang di Sungai
Firman Tinggalkan PSPS Riau, Karena Tak Kunjung Ada Kejelasan Kontrak
Pemkab Inhil Serius Mengembangkan Usaha Kelapa Bersipat Home Industry
Ketawa Indah Wardan, Senang Melihat Harga Kelapa dan Pinang Bagus Saat Berkunjung Ke Desa-Desa
Terkait APEX BPR Bank Riau Kepri Teken MoU dengan Perbarindo
Jam 12 : 00 Hari Ini, KPU Pekanbaru Tunggu PDIP - PPP Ganti Nama Said Usman Abdullah (SUA)
Training Center Popnas Riau Resmi Ditutup
Pria Tanpa Identitas Tergeletak di Parkiran Mal Pekanbaru, Diduga Korban Pengeroyokan