PILIHAN
Penggelembung Suara Bakal Hadapi Dua Pengadilan 'Mahfud MD'
BUALBUAL.com, Para pelaku yang dengan sengaja menggelembungkan suara untuk kandidat tertentu harus berhadapan pada sanksi tegas.
Mereka akan disangka melanggar pasal 532 UU 7/2017 tentang Pemilu dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan denda hingga Rp 48 juta.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjelaskan bahwa ada dua pengadilan yang akan ditempuh jika ada pihak yang sengaja menyebabkan suara pemilih tak bernilai atau menyebabkan suara peserta pemilu bertambah atau berkurang.
“Pertama pengadilan pidana untuk menerapkan hukuman pidana bagi pelakunya,” terang Mahfud dalam akun Twitter pribadinya beberapa waktu lalu.
Sementara pengadilan kedua yang harus dijalani adalah pengadilan konstitusi di MK. Adapun tujuan dari pengadilan ini adalah untuk mengembalikan suara yang sudah digelembungkan atau dikurangi oleh pelaku tersebut.
“Untuk mengembalikan suaranya sesuai faktanya,” pungkasnya.
Adapun bunyi dari Pasal 532 UU Pemilu adalah setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan Peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan Suara Peserta Pemilu menjadi berkurang dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta.
Sumber: RMOL.co

Berita Lainnya
Belajarnya dari Youtube, Tersangka Kasus Narkoba Rakit Senjata dari Bahan Dodos Sawit
Mahasiswa Demo Kabut Asap Karhutla, Terancam Drop Out dari UIN Suska Riau
BPBD Riau: Keluarkan Status Siaga Darurat Asap Segera Diperpanjang
Lahan di Pinggir Sungai Nilo Pelalawan Terbakar
Berbahan Sagu Bisa Jadikan Berbagai Produk Turunan dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Perempuan Muda di Bengkalis Dikerangkeng Polisi, Gara-gara Bakar Lahan
Gubri Syamsuar Pastikan 9 Pasien Suspect Corona di Riau Sudah Ditangani dengan Baik
Penjaga gawang Barcelona,Tutup Peluang Hijrah ke Liverpool
Soal Selebrasi Kontroversial, Ronaldo Didenda UEFA
Gubernur Riau Kaget Mendapat Laporan Tentang "Aset" Provinsi yg Tercecer di Kabupaten
Bersama Warga Bhabinkamtibmas dan Babinsa Pinggir Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Buya Syafii: Sebut Medsos Dikuasai Orang Tidak Waras dan Sumbu Pendek