PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Agar Tak Menghambat Kerja Jokowi-Maruf, Munaslub Golkar Sebaiknya Dipercepat
BUALBUAL.com - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Airlangga Hartarto menghendaki Musyarawah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar digelar pada Desember 2019 mendatang. Namun beberapa pihak menginginkan adanya percepatan waktu Munaslub.
Melihat dinamika partai beringin ini, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin menyarankan bahwa Munaslub Golkar dipercepat sebelum pelantikan Joko Widodo-Maruf Amin pada Oktober 2019 mendatang.
"Kalau kami dorong saja dipercepat supaya bisa bersama-sama bekerja dengan pemerintahan Jokowi," kata Ujang saat dihubungi, Rabu (3/7).
Dengan mempercepat Munaslub itu, siapapun pemimpin Golkar bisa langsung segera bekerja termasuk menyusun kabinet dan pimpinan DPR-MPR.
Di sisi lain, Ujang menyadari Airlangga menginginkan Munaslub digelar setelah pelantikan presiden dan wakil presiden. Sebab dengan demikian, Airlangga bisa leluasa menyusun orang-orangnya di kabinet dan pimpinan DPR-MPR.
"Sekarang yang menentukan menteri di kabinet di Golkan Airlangga, yang mengondisikan wakil ketua DPR dan pimpinan MPR dan lain-lain kan Airlangga. Jadi memang Airlangga pengin menang lagi setelah Oktober. Makanya dia mati-matian pengin Munaslub pada Desember," jelas Ujang.
Ujang menjelaskan, potensi kemenangan menteri perindustrian itu sangat besar jika Munaslub dilangsungkan Desember. Namun jika sebelum pelantikan Jokowi-Maruf, posisi Ketum cenderung lemah dengan lawan-lawannya, seperti Ketua DPR Bambang Soesatyo yang santer maju sebagai kandidat ketua umum Golkar.
Di samping itu, lanjut Ujang, sebenarnya kepemimpinan Airlangga selama lima tahun ini tergolong gagal. Hal itu dilihat dari raihan kursi Golkar yang cenderung menurun dibanding periode sebelumnya.
"Kalau saya ukuran akademik kuantitatif saja. Saya malah anggap kurang berhasil karena tahun ini targetnya 110 kursi. Lalu 2014, 91 kursi sementara saat ini 85 kursi. Artinya tidak sesuai target malah kehilangan enam kursi," jelas dia.
Ujang juga mengingat janji Airlangga pada Munaslub Golkar 2017 yang disebutkan akan menyerahkan jabatannya kepada kader lain jika dianggap gagal memimpin.
"Lalu jika berhasil akan diteruskan. Artinya ada tolak ukur kesuksesan dan kegagalan sebagai pemimpin. Hari ini kami lihat Golkar kurang berhasil," tandas Ujang.
Sumber: rmol.co

Berita Lainnya
Eka Octaviyani Belum Terbukti Lakukan Penghinaan, Relawan Jokowi Akan Laoporkan Balik Mahasiswa UIR
BBM Naik Lagi! Dexlite Tembus Rp24 Ribu per Liter, Ini Daftar Harga Terbaru di Seluruh Indonesia
Disuruh Presiden Jokowi, Menkeu Ubah Mekanisme Pencairan Dana Desa
Isi Doa Yang Sempat Mengemparkan Indonesia, dinilai sindir Jokowi, politikus Gerindra minta maaf
Benar-benar Viral, Pengamat Politik Syahganda Prediksikan Rezim Jokowi Bakal Jatuh 6 Bulan Lagi!
Eks Relawan Jokowi Beramai-ramai Dukung Prabowo, Ini Alasannya...
Debat Keempat Pilpres, Menteri Jokowi Tak Dapat Jatah Kursi
KPK Didesak Agar Mengingatkan Jokowi Untuk Stop Berutang
Ketum Perpat Tanjungpinang: Tidak ada Dualisme Kepemimpinan dalam Organisasi
Ngabalin: Jokowi itu Kerisnya di Belakang
Apa Yang Membuat Orang Sekelas Prof Mahfud MD Puas Dengan Performa Debat Jokowi-Ma’ruf
Menteri Yasonna Pastikan Jokowi Ogah Keluarkan Perppu untuk Gantikan UU KPK