PILIHAN
Kejati Panggil Pihak Terkait Dugaan Korupsi di Disdik Kuansing ''Terbitkan Sprinlid''
BUALBUAL.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) kasus dugaan korupsi dana tunjangan profesi dan tambahan penghasilan guru di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Sejumlah pihak terkait akan dipanggil.
Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, mengatakan, Sprinlid ditandatangani oleh Kepala Kajati Riau, Uung Abdul Syakur. "Kami akan lakukan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk diklarifikasi," kata Muspidauan, Kamis (10/10/2019).
Muspidauan mengatakan, klarifikasi akan dilakukan dalam waktu dekat oleh jaksa penyelidik Bagian Pidana Khusus, baik dari pihak Disdik Kuansing maupun penerima dana. "Kami periksa dalam waktu dekat," ucap Muspidauan.
Sebelum diserahkan ke Bagian Pidana Khusus, dugaan korupsi di Disdik Kuansing ini ditelaah oleh Bagian Intelijen. Dana yang diusut adalah tunjangan profesi dan tambahan penghasilan 2015-2016 sebesar Rp 56 miliar.
Dalam perjalannya, dana itu hanya terealisasi Rp38 miliar. Artinya kan ada sisa sebanyak sekitar Rp 18 miliar yang belum diketahui pertanggung jawabannya.
Sumber: cakaplah

Berita Lainnya
Syamsuar "Angkat Tangan" Atasi Persoalan Abrasi di Wilayah Pesisir Riau
UAS Resmi Cerai Usai Diproses Pengadilan Agama Bangkinang Sejak Juli
Dua Kepala Desa kecamatan Pulau Burung Di Lantik H.M Wardan
Puisi 'Doa yang Ditukar' Fadli Zon Gunakan Diksi Penguasa Tengik
Terindikasi Menggelembungkan Suara Caleg, Bawaslu Riau akan Usut 38 Oknum Penyelenggara Pemilu
Gubri Tak Berani Teken Takut Kena Pidana, Nasib Honorer K2 Riau Kian Tak Jelas
Belum di Ketahui Motifnya, 2 Polisi Ditembak di Cirebon
Haha Kocak... Hanya berbalut handuk, wanita ini pesan makanan di restoran cepat saji
Peduli Sesama, MPI Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Tembilahan
Hardiyanto Ditunjuk Pimpinan Dewan Periode 2019-2024
Disperindag Inhil Upayakan Penambahan Lokasi Baru Bagi Pedagang Pasar Kayu Jati Tembilahan
Tuntaskan Persoalan Honorer, Koalisi Rakyat dan Wakil Rakyat Nyatakan Dukung Revisi UU ASN