PILIHAN
Negeri Malaysia Lockdown, 30 Warga Malaysia Terjebak di Sumbar
BUALBUAL.com - Tiga Puluh warga Malaysia di Sumatera Barat sulit pulang karena sejumlah rute penerbangan ditangguhkan setelah pemerintah Negeri Jiran menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona.
"Mereka tidak bisa pulang karena penerbangan ke Malaysia sementara tidak ada, dan Malaysia dalam keadaan lockdown," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Padang, Novryandri, kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (24/3).
Menurut Novryandri, ketiga puluh warga Malaysia di Sumbar itu merupakan pemegang visa bebas kunjungan dengan izin tinggal terbatas.
Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa yang kuliah di beberapa perguruan tinggi di provinsi tersebut. Selebihnya merupakan pelancong yang sedang berlibur dan mengunjungi keluarganya di Sumbar.
Pihaknya sendiri sudah tidak melayani pembuatan paspor mulai Selasa (24/3) untuk mencegah penyebaran virus corona.
Ia menerangkan bahwa pihaknya hanya melayani pembuatan paspor untuk kondisi darurat, yakni orang sakit yang tidak bisa ditunda penanganannya atas rujukan dokter, dan orang dengan kepentingan tak dapat ditunda. Peraturan tersebut berlaku hingga 24 Maret.
Sementara itu, di Agam juga terdapat 15 warga Malaysia. Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Agam, Deny Haryadi, mengatakan bahwa 15 warga Malaysia itu merupakan pemegang visa izin tinggal sementara.
"Dari 15 orang warga Malaysia yang berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Agam, tujuh orang di antaranya bekerja, sementara yang lainnya kunjungan keluarga, misalnya istri ikut suami atau suami ikut istri," tuturnya.
Warga Malaysia pemegang visa izin tinggal terbatas, kata Deny, tidak perlu memperpanjang visanya sampai waktu yang belum ditentukan hingga kondisi aman sehubungan dengan pandemik Covid-19.
Perpanjangan visa itu tidak bisa dilakukan karena akan membuat kerumunan, sementara pemerintah melarang kerumunan untuk mencegah penyebaran covid-19.
Warga Malaysia pemegang visa bebas kunjungan yang datang di atas 25 Februari juga tidak akan dikenai denda sebagaimana mestinya karena mereka tidak bisa pulang.
"Warga negara asing yang tidak bisa pulang tidak perlu takut karena tidak dibebankan biaya overstay, yang biasanya Rp1 juta sehari," ucapnya.
Sumber: cnnidnonesia.com

Berita Lainnya
TNI Siapkan Pasukan dan Helikopter, Padamkan Karhutla Riau
Babinsa Tanah Merah Lakukan Bakti Sosial Peduli Bencana Tanah Longsor
Pemkab Inhil Gelar Rapat Persiapan "Gerakan Satu Hati"
Bank Indonesia: Butuh 7 tahun mengubah nilai uang Rp 1.000 jadi Rp 1
Prabowo Subianto: Indonesia Saat Ini Lebih Liberal dari Mbahnya Liberal
Syarifudin Ayub: Dalam Waktu Dekat Guru Ngaji Setiap Desa di Inhil Akan Di Diklat
Gaya Low Profile Wabup Inhil, Selalu Menyapa dan Senyum kepada Warga
Gara Gara Unggah Video Porno di Facebook, Pria Ini Terancam 12 Tahun Bui
Semangat Kakek Ikut Sukseskan Kegiatan TMMD ke 101 Kodim 0314/Inhil
Rumah Zakat Menyalurkan 500 Kaleng Superqurban ke Desa Teluk Kuala Kampar Riau
Tidak Hanya Jaspel, Bahkan Honor Tenaga Honorer RSUD Indrasari Rengat Sudah 2 Bulan Tidak Dibayar
LAMR Tegaskan ke DPR Daerah Ikut Kelola Blok Rokan