Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
BPS: Inflasi Tertinggi di Riau Terjadi di Tembilahan, Capai 3,56 Persen
BUALBUAL.com - Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,42 persen pada Juli 2025, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,02. Inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 3,56 persen, sementara yang terendah tercatat di Kota Pekanbaru sebesar 2,10 persen.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran.
“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi sebesar 9,87 persen, diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,12 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,85 persen,” ujar Asep, Jumat (1/8/2025).
Asep menambahkan, kelompok lainnya yang juga mengalami inflasi adalah pakaian dan alas kaki (2,04 persen), kesehatan (1,84 persen), pendidikan (1,53 persen), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,91 persen), serta transportasi (0,72 persen).
“Di sisi lain, terdapat tiga kelompok yang mengalami deflasi, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,38 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,15 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,05 persen,” jelasnya.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), Provinsi Riau juga mengalami inflasi sebesar 0,62 persen pada Juli 2025. Sementara secara tahunan sejak awal tahun (year to date/y-to-d), tercatat inflasi sebesar 1,91 persen.
“Berdasarkan hasil pemantauan kami di empat kabupaten/kota di Riau, secara umum memang terjadi kenaikan harga di berbagai komoditas sepanjang Juli 2025,” ungkap Asep.
Beberapa komoditas utama yang memberikan andil terhadap inflasi y-on-y antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, bawang merah, sigaret kretek mesin, minyak goreng, ayam hidup, beras, dan nasi dengan lauk.
Sementara itu, komoditas penyumbang deflasi y-on-y antara lain cabai merah, kentang, cabai rawit, wortel, sabun cair, bawang putih, tarif parkir, dan ikan nila.
Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Juli 2025 mencakup bawang merah, daging ayam ras, ayam hidup, jengkol, sekolah dasar, sigaret kretek mesin, dan cabai merah.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m antara lain angkutan udara, bawang putih, ikan serai, dan gula pasir.
Asep juga memaparkan kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi y-on-y adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,01 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,70 persen.
“Kelompok lainnya seperti penyediaan makanan dan minuman/restoran, pakaian dan alas kaki, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga turut menyumbang inflasi, meskipun dalam skala lebih kecil,” pungkasnya.

Berita Lainnya
HIPMI Inhil Galar Muscab dan Diklatcab, Bupati Sampaikan Dukungan
Fenomena Cash is The King, Ancaman Baru Ekonomi RI di 2023
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik Jadi Rp1.571,37 per Kg
Jadi Pusat Wisata Kuliner, Roby Berharap Sektor Prekonomian Masyarakat Bangkit
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Alami Penurunan, Ini Daftarnya
Berbahan Dasar Pohon Kelapa, Home Industri Perajin Di Inhil Hasilkan Furniture Yang Bernilai Mewah
Imbas Wabah Corona! Pasar Sepi Pembeli Omset Pedagang Ikan Anjlok
Pasokan Terputus, Harga Cabai di Tembilahan Tembus Rp150 Ribu
Kebijakan Koordinator Pedagang Tugu Sirih Ringankan Beban Pedagang
Masyarakat Bersyukur Dengan Pembangunan Jalan Rigid Beton di Desa Simpang Mesuji
Mewabahnya Covid-19, Seniman Riau Lelang Lukisan untuk Beli Sembako dan Masker
Neko Wesha Paweloy: Ada Ribuan Nelayan di Kepri Terdampak Kelangkaan BBM Subsidi