Warga Belantaraya Kecewa: Tiga Dewan Asal Gaung Tak Kunjung Hadir Pasca Kebakaran
BUALBUAL.com - Musibah kebakaran hebat yang melanda Lorong Pelam, Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, menyisakan duka mendalam dan kekecewaan besar di tengah masyarakat. Tidak hanya kehilangan harta benda, warga juga merasa diabaikan oleh para wakil rakyat yang tak kunjung hadir memberikan empati dan dukungan secara langsung.
Dalam kondisi darurat, warga harus bergerak sendiri. Ketua RT setempat yang sedang sakit membuat inisiatif sepenuhnya diambil oleh masyarakat. Warga bergotong royong menggalang bantuan, turun langsung ke jalan dan mengetuk rumah-rumah warga lainnya demi membantu para korban.
“Masya Allah, masyarakat sendiri yang turun ke jalan mencari sumbangan, sementara dewan yang dipilih rakyat belum juga terlihat batang hidungnya,” tulis Fitriadi Adi dalam unggahan Facebook pribadinya yang kemudian banyak disebarkan warga.
Desa Belantaraya sendiri berada dalam wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Indragiri Hilir, yang pada Pemilu 2024 lalu telah memilih 6 orang anggota DPRD Inhil, yaitu:
1. Padli (Partai Kebangkitan Bangsa)
2. Samsidik (Partai Gerindra)
3. H.M Raus Walid (Partai Golkar)
4. Siska Oktavia (Partai Demokrat)
5. Yunanto Along (Partai Demokrat)
6. Mahendri (Partai Persatuan Pembangunan)
Dari enam nama tersebut, tiga di antaranya berasal langsung dari Kecamatan Gaung, yakni:
Siska Oktavia (Demokrat)
Yunanto Along (Demokrat)
Mahendri (PPP)
Hal ini semakin memperkuat kekecewaan warga, karena mereka berharap perwakilan dari daerah sendiri lebih cepat tanggap terhadap musibah yang menimpa kampung halaman mereka.
“Mau badai pun datang, kalau memang cinta rakyat, tetap akan datang. Apa pun rintangannya,” ucap seorang warga dengan nada kecewa.
Menurut warga, ketidakhadiran para anggota dewan dalam situasi genting seperti ini bukan hanya menunjukkan kurangnya empati, tapi juga menjadi catatan kelam atas komitmen mereka terhadap rakyat yang telah memilihnya.
“Dewan itu sedang tidur pekak. Nanti kalau sudah hampir habis masa jabatannya, baru turun lagi. Tapi salah kami juga yang pilih karena ambil uangnya,” kata warga lain dengan nada getir.
Kebakaran ini tak hanya menyisakan kerugian fisik, tapi juga membangkitkan kesadaran akan pentingnya kepemimpinan yang hadir secara nyata. Masyarakat kini berharap pada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan membantu pemulihan, baik secara material maupun moral.
Musibah adalah ujian bukan hanya bagi warga terdampak, tetapi juga bagi para pemimpin. Solidaritas, empati, dan tindakan nyata sangat dinanti oleh rakyat yang sedang terluka.

Berita Lainnya
Masyarakat Lampura Keluhkan Antrian Panjang Meski Harga BBM Sudah Berubah
Usai Tabrak IRT, Marisa Putri Minta Maaf ke Keluarga Korban
Belum Sempat Jalankan Pekerjaan, Pemilik Excavator Tewas Terjepit di Pulau Kecil Inhil
Terlibat Cekcok Mulut, Dua Orang Pemuda di Inhil Duel Hingga Meninggal Dunia
BBKSDA Riau: Itu Memang Jejak Harimau Sumatera di Inhil
Puluhan Staf Gembok Pagar Pabrik PT LIH di Pelalawan Riau
Kantor MUI Lampung Dirusak OTK, Prof Mukri Meminta Umat Islam Tidak Terhasut
Aneh Bin ajaib! Gempa di Kuansing, Warga Tidak Merasakan Adanya Goncangan
Sebanyak 14 Unit Rumah di Pulau Burung Hangus Terbakar, Kerugian Capai Setengah Milyar
Masa Pendemo Murka, Akibat PSU Kecamatan Bangkunat Tidak Direkomendasi KPU Pesibar
Alhamdulilah, Gadis Asal Sumbar yang Hilang di Pekanbaru akhirnya Sudah Pulang
Serikat Buruh Ini Rela Menginap di Gedung DPRD Rohil untuk Bertemu Anggota Dewan