PILIHAN
Gubri Syamsuar Larang Lakukan Tradisi Jelang Ramadan
BUALBUAL.com, BENGKALIS – Gubernur Riau H Syamsuar, Senin, 30 Maret 2020, kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
SE Nomor 92/SE/2020 tertanggal 30 Maret 2020 yang ditujukan kepada Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Riau itu berisi tentang antisipasi penyebabaran Covid-19 dalam menghadapi bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1441 H.
Dalam SE yang sudah tersebar luas di sejumlah media sosial dan grup layanan berbagi pesan seperti WhatsApp (WA), Gubri Syamsuar minta Bupati dan Wali Kota se-Riau mengawasi mobilitas masyarakat di daerah masing-masing, dengan tidak melakukan aktivitas mudik atau pulang kampung.
“Dan tidak melakukan tradisi menjelang Ramadan, seperti kenduri, mandi balimau, serta ziarah kubur,” tulis mantan Bupati Siak ini dalam SE itu.
Dalam SE itu, Gubri Syamsuar juga minta Bupati dan Wali Kota se-Riau melarang adanya aktivitas buka puasa bersama, serta berkumpul bersama di sore hari menjelang waktu berbuka puasa bersama.
Klik di sini bila ingin mengetahui isi SE Gubri Nomor 92/SE/2020 tertanggal 30 Maret 2020 tersebut. #DISKOMINFOTIK.

Berita Lainnya
Pemuda Karang Taruna Kepenghuluan Batu Hampar melaksanakan Pembentukan panitia lampu colok
Sebut KLHK: Karhutla di Riau Disengaja
Kunjungan Mendadak, Wakil Bupati Inhil Dan Kepala KSOP Tembilahan Bincangkan Rencana Induk Pengembangan Pelabuhan
Kalahkan 8 Destinasi Lain di Indonesia, Suligi Hill Riau Raih Anugerah Pesona Indonesia
Dari Pantauan BMKG Ada Kabut Bercampur Asap di Udara Pekanbaru
Sandiaga: Janjikan DBH Migas dan Sawit Berkeadilan untuk Riau 'Pulang Ke Tanah Kelahiran'
Untung ada Yang Ngintip, Pemuda Ini Nyaris Perkosa Gadis 16 Tahun
Stand UMKM Bengkalis Raih Juara 1 Terbaik Se-Indonesia Pada Tourism Craft And Investment Expo 2019. Di Bandung,
Aplikasi Ternak Online "ANGON" Mudah Tampa Perlu Lahan
Bupati Inhil HM. Wardan Lakukan Koordinasi Rencana Pembangunan Gedung Pos SAR Tembilahan
Cost Politik Tinggi, KPK: Itu Penyebab Maraknya Korupsi
Dosen IAIN Bukittinggi Diberhentikan Sebagai ASN 'Bukan Karena Bercadar'