Warga Miskin Tak Kebagian
Ironis! Warga Mampu Diduga Terima Bansos Beras, Keluarga Miskin Justru Terlewat
BUALBUAL.com - Program bantuan pangan beras 10 kg dari Bulog yang seharusnya menjadi penyelamat bagi warga miskin di Tanjungpinang, justru memicu kekecewaan mendalam. Penyalurannya di lapangan diduga kuat tidak tepat sasaran.
Fakta di lapangan berbanding terbalik dengan tujuan program. Warga yang secara ekonomi berkecukupan dan memiliki rumah permanen justru tercatat sebagai penerima. Ironisnya, bantuan tersebut tidak dikonsumsi, melainkan diperjualbelikan kembali seharga Rp100.000 per karung.
Sementara itu, keluarga yang benar-benar hidup di bawah garis kemiskinan harus gigit jari. Mereka yang rumahnya masih mengontrak dan kesulitan memenuhi kebutuhan harian, justru tidak terdaftar sebagai penerima manfaat.
Salah seorang warga kurang mampu yang enggan disebutkan namanya, meluapkan kekecewaannya kepada media ini. Ia mempertanyakan sistem pendataan yang dinilai tebang pilih.
"Anak saya masih sekolah, rumah juga masih menyewa. Bahkan untuk bayar kontrakan saja sering menunggak. Kenapa yang rumahnya bagus dan mampu justru selalu dapat? Berasnya malah dijual Rp100 ribu per karung sama mereka. Bagaimana cara mereka mendata warga? Saya cuma berharap pemerintah turun tangan dan pendataannya benar-benar tepat sasaran," ungkapnya dengan nada kecewa.
Fenomena beras bansos yang "merembes" ke pasar gelap ini mengindikasikan adanya kelemahan fatal dalam pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di tingkat bawah.
Masyarakat mendesak pemerintah tidak tutup mata. Evaluasi total harus dilakukan mulai dari tingkat RT/RW, Kelurahan, hingga Dinas Sosial Kota Tanjungpinang.
Verifikasi faktual door-to-door dinilai menjadi solusi mutlak untuk menghentikan kebocoran anggaran negara dan mengakhiri ketidakadilan distribusi. Jangan sampai program negara yang bertujuan mulia untuk mengentaskan kemiskinan, justru menjadi ladang keuntungan bagi yang tidak berhak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kelurahan dan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme pendataan ulang penerima bansos beras Bulog tersebut.

Berita Lainnya
Hadirkan Empat Pembicaraan Secara Virtual, PCR Gelar Seminar Guru Bimbingan Konseling
Pendaftaran SPMB 2025 Riau Dibuka 21 Juni, Ini Tahapan dan Jadwal Lengkapnya
Waspada Beredar WhatsApp Proposal Bantuan Atas Nama Gubri
Kepala Desa Usul Pimpinan Upacara Sampaikan Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Camat Batsol Rusydy Ucapkan Terimakasih, Pada Kepala Desa Batsol Yang Akan Purna Bakti
HM Nasir Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPP FSPTI Periode 2023-2028
100 Hari Kerja Gubernur Riau, Ditengah Keterbatasan Anggaran 7 ruas Jalan Selesai di Perbaiki
Arahan Presiden Jokowi Untuk Gubernur Jelang Nataru
Bupati Bengkalis Ikuti Apel Gelar Pasukan Pilkada Serentak
Berkolaborasi Pulihkan Ekonomi Kepri, Gubernur Ansar Terima Kunjungan Kanwil Bea Cukai
Bersama BINDA Kepri, APINDO Laksanakan Vaksinasi Covid-19
Gubernur Syamsuar Terima Audiensi Kepala BMKG Pusat, Ini Pembahasannya