Ekspor 10 Golongan Non Migas Berikan Kontribusi 98,67 Persen Untuk Provinsi Riau
BUALBUAL.com - Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, selama Januari-April 2020, ekspor sepuluh golongan barang utama non migas di Provinsi Riau memberikan kontribusi sebesar 98,67 persen terhadap total ekspor non migas.
Adapun sepuluh golongan barang utama non migas di Riau ini, yakni Lemak dan Minyak Hewan Nabati, Kertas dan Karton, Bubur Kayu (Pulp), Berbagai Produk Kimia, Berbagai Kimia Organik, Ampas dan Sisa Industri Makanan, Berbagai Makanan Olahan, Serat Stapel Buatan, Buah-buahan, dan Bahan-bahan Nabati.
"Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang utama non migas tersebut mengalami kenaikan sebesar 11,65 persen terhadap periode yang sama tahun 2019," kata Kepala BPS Riau, Misfaruddin di Pekanbaru, Senin (8/6/2020).
Dan dari sepuluh golongan barang ekspor non migas terbesar bulan April 2020 dibanding Maret 2020, penurunan terbesar terjadi pada Lemak & Minyak Hewan Nabati sebesar US$ 95.99 juta, Kertas dan Karton US$ 19.04 juta, Berbagai Produk Kimia US$ 6.55 juta, dan Bubur Kayu (Pulp) US$ 5.00 juta.
"Sedangkan yang mengalami kenaikan hanya terjadi pada Berbagai Makanan Olahan yaitu sebesar US$ 2.48 juta," tuturnya.

Berita Lainnya
Harga TBS Sawit di Riau Pekan Ini Rp1.489,53 per Kg
Minggu Ini Harga Pinang Kering di Riau Naik Menjadi Rp10.050 per Kg
Santan KARA Hadirkan Aksi Live Cooking di SIAL Interfood 2025, Gandeng Chef Profesional dari Hotel Ternama Jakarta
Dukungan Semangat Hafizha Bagi UMKM Melalui Program Inkubasi Bisnis
Bantu Pelaku UMKM, Dosen FTIK UNISI Luncurkan Platform Toko Online
Menjaga Warisan dan Menumbuhkan Masa Depan: 58 Tahun Dedikasi Sambu Group
Krakatau International Port Pacu Bisnis Marine Service di Selat Malaka
DPK Apindo Bengkalis, Sambangi Pelaku Usaha di Duri
Peluang Bisnis Angkringan di Kota Tembilahan Sangat Menjanjikan
Kreatif di Tengah Krisis! Saat Petani Lain Mengeluh, Anak Muda Inhil Ini Sulap Kebun Kelapa Jadi Ladang Cuan
Bisnis UMKM di Kota Tembilahan, Keripik Bawang Hafiza
IPKR WARNING! Kelapa Murah, Sawit Menggoda: Inhil Terancam Kehilangan Jati Diri