Kapuspen Kemendagri Jelaskan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 Melalui Vidcon
BUALBUAL.com - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar menjelaskan mengenai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 dalam Rapat Terkait Konsilidasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 melalui Video Conference (Vidcon) bersama Kemendagri, Rabu (10/6/2020).
Vidcon tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Komunikasi Infomatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Sub Kepegawaian Malince, dan Kepala Seksi Desiminasi Informasi Prayuti Pancasilawati di Kantor Diskominfotik Provinsi Riau.
Dalam sambutannya Kapuspen Kemendagri Bahtiar mengatakan, semulanya KPU menyatakan bahwa Pilkada serentak dilaksanakan pada 23 September 2020. Namun kemudian KPU memutuskan untuk menunda pelaksanaan Pilkada Serentah 2020 menjadi tanggal 9 Desember 2020.
Ia melanjutkan, pemerintah dan DPR memahami keputusan yang diambil oleh KPU pusat untuk menunda karena Pandemi Covid-19. Pemerintah, lanjutnya, kemudian melakukan rapat kerja dengan DPR.
"Saya sendiri juga yang mendampingi Mendagri, maka undang-undang 16 daerah harus diubah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," terangnya.
Hal tersebut, terangya, merupakan upaya ada legal standing penghentian tahapan Pilkada serentak KPU September 2020 yang sudah terlanjur dan tercantum. Yang mana apabila berdasarkan persetujuan DPR, pemerintah, dan KPU sebagai penyelenggara, jika dalam norma lama maka Pilkada serentak itu bisa ditunda.
"Secara sepihak oleh penyelenggara dalam norma baru, itu tidak bisa dilakukan seperti itu. Harus bersama-sama antara DPR, pemerintah, dan penyelenggara pemilu mengapa dipilih Desember," jelasnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, Desember ini adalah opsi diusulkan oleh penyelenggara semula. Adapun pengajuan oleh penyelenggara yaitu bulan Desember ini karena sama dengan pemilu atau Pilkada 2015 yang lalu. Kemudian, opsi kedua adalah bulan Maret atau sebelum bulan puasa tahun 2021. Lalu pada bulan Juni 2021 dan bulan September 2021.
"Diajukan lagi oleh KPU lalu ada tiga opsi yang diajukan Desember 2021 kemudian opsi bulan Maret 2021 kemudian September 2021," ucapnya.
Bahtiar menegaskan, pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang merupakan Pilkada yang luber dan jurdil dan aman dari Covid-19. Hal ini menjadi penting, karena pada pelaksanaan Pilkada sebelumnya itu hanya Pilkada yang luber dan jurdil.
"Kali ini karena melingkupi kehidupan sosial kemasyarakatan kita. Maka Pilkada ini wajib dan harus aman dari Covid-19 dan Wajib Protokol kesehatan," pungkasnya.

Berita Lainnya
Wali Kota Tanjungpinang Beri Bantuan kepada Penderita Tumor Paru di Kampung Bugis
Gubernur Ansar Jadi Pembina Upacara Bendera dan Serahkan Bantuan Pendidikan di SMAN 1 Tanjungpinang
Institut Islam Internasional Basma Diresmikan, Gubernur Wahid Tegaskan Komitmen Pendidikan Islam di Riau
Hadiri Upacara HUT Bhayangkara ke-77, Bupati Rohul Ajak Semua Pihak Dukung Polri dalam Menjaga Kamtibmas
Peringati Hari Veteran, Bupati Inhil Ajak Generasi Muda Teladani Nilai Perjuangan
Tak Boleh Beralamat di TNTN, Warga Tetap Dilayani Lewat Surat Keterangan Identitas
BRCN TPTM Silaturahmi ke DPRD Rohil, Bahas Masalah Ini
Ikuti Seleksi Tingkat Nasional Sains Siswa Muslim, Della Adiana Silaturahmi bersama Bupati Inhu
Silaturahmi dengan Kepala KSOP Tanjungpinang, Gubernur Ansar Siap Dukung Implementasi E-ticket Pelayaran
Sambut Kunjungan Tim Wasev Mabes TNI, Pemkab Bintan Apresiasi Program TMMD
Pemprov Riau Sudah Distribusikan 9.660 Alat Rapid Test ke 12 Kabupaten/Kota di Riau
Bupati Bengkalis, Lewat Komisi V Usulkan 3 Pembangunan Jembatan di Rupat