Empat Indikator Telah Terpenuhi, Tanjungpinang Dinyatakan Zona Hijau Covid-19
BUALBUAL.com - Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, dinyatakan zona hijau COVID-19, kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Tanjungpinang Rustam, Selasa (16/6).
“Berdasarkan keputusan Mendagri nomor 440-830 tahun 2020 ada 4 indikator suatu wilayah masuk ke dalam zona hijau,” ucapnya.
Dari 4 indikator suatu wilayah masuk ke dalam zona hijau adalah pertama, jumlah kasus menurun dalam dua minggu terakhir. Kedua, ODP dan PDP menurun. Ketiga, kematian indikasi COVID-19 dilaksanakan sesuai protokol standar COVID. Keempat tidak ada petugas kesehatan yang tertular.
“Empat indikator itu telah terpenuhi di Tanjungpinang. Dengan demikian Tanjungpinang sudah masuk zona hijau,” tegas Rustam.
Selain itu, lanjutnya, syarat utama dalam WHO untuk mengategorikan suatu wilayah itu zona hijau yakni kasus COVID-19 harus terkendali.
“Kasus COVID terkendali, dan kita Tanjungpinang kasus terakhir 2 Mei lalu meksipun ada satu kasus lagi yaitu 28 Mei, namun yang bersangkutan sudah sembuh dan untuk bulan Juni kita tidak ada kasus,” ungkapnya.

Berita Lainnya
Meningkatkan Layanan Rujukan Pasien Dinkes Inhil Teken MoU Bersama RS Lancang Kuning Terkait Rujukan Pasien ODGJ
Kembali, 1 PDP Covid-19 di Kabupaten Bengkalis Dinyatakan Sembuh
Dua Pasien Positif Covid-19 di Inhil Dinyatakan Sembuh
Setelah Dinyatakan Sembuh, Menhub Budi Buka-bukaan Penyebab Terpapar Corona
Wilayah Adijaya dan Bandar Jaya Barat, Lampung Tengah Ditetapkan Zona Merah Covid-19
Bulan Kesadaran Katarak, Yuk Kita Kenali Penyebab dan Pencegahannya
Dinas Kesehatan Paparkan Hasil Analisis Data Stunting di Kabuputen Indragiri Hilir
Kadiskes Riau : Banyak Pedagang Enggan Jalani Rapid Tes Massal di Bengkalis
Hari Ini Kasus Baru Covid-19 Riau Sebanyak 133 Orang
Gelar Audisi Dinas Kesehatan Inhil Pilih Duta Stunting Bagi Pelajar Tingkat SMA se-Kabupaten
Dinkes Sukses Melaksanakan Kegiatan Edukasi Prilaku HidupDinkes Sukses Melaksanakan Kegiatan Edukasi Prilaku Hidup
Dinkes Inhil Dorong Skrining Hipotiroid Kongenital Pada Bayi Baru Lahir Terus Digalakkan