Pedagang di Meranti Minta Pemda Salurkan Bantuan RTM dalam Bentuk Uang Tunai
BUALBUAL.com - Syarikat pedagang warung atau kedai di Kepulauan Meranti meminta Pemda menyalurkan bantuan ke rumah tangga miskin (RTM) dalam bentuk uang tunai. Dengan begitu, bisa meningkatkan daya beli masyarakat dan akan membantu keberlangsungan aktivitas jual beli di desa-desa.
Harapan ini disampaikan koordinator Syarikat Pedagang Warung Kepulauan Meranti, Muslim SPi, ketika berbincang-bincang dengan CAKAPLAH.com. Kata Muslim, akibat wabah Covid-19, seluruh sektor terkena dampak.
Diakuinya, sejak beberapa bulan belakangan, aktivitas jual beli di warung-warung pun terasa melemah. Hal itu, diperparah pula dengan masih tutupnya akses ke Malaysia. Sehingga, sebagian besar masyarakat Meranti yang sebelum ini mencari rezeki di negeri jiran, tak lagi bisa ke sana. "Sangat terasa melemahnya daya beli masyarakat sejak beberapa bulan belakangan," ujar Muslim.
Muslim mengapresiasi langkah pemerintah yang langsung memperhatikan masyarakat akibat wabah Covid-19. Namun, penyaluran bantuan dalam bentuk barang, yang dititip di tiap warung di desa-desa, dinilai belum tepat di saat wabah Covid-19 ini. Mereka berharap Pemda bisa mengubah cara menyalurkan bantuan ke RTM, dari bantuan barang ke bantuan uang tunai.
Dengan begitu, tambah Muslim, warga yang menerima uang tunai secara otomatis pasti berbelanja barang kebutuhan di warung-warung desa.
"Kami menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti agar menyalurkan bantuan RTM dalam bentuk uang tunai, seperti BLT Dana Desa. Dengan begitu, mampu meningkatkan daya beli masyarakat sehingga dapat juga membantu pengusaha kedai kelontong dari imbas pandemi Covid 19 yang selama ini sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat," kata Muslim.
Ditambahkan Muslim, untuk se-Meranti, ada lebih kurang 1000 kedai yang merasa langsung dampak pandemi Covid-19. Daya beli masyarakat sejak wabah Covid-19, turun drastis. Masyarakat produktif yang sebelum ini bekerja di Malaysia, tak lagi seperti biasa. Mereka belum bisa ke negeri jiran itu akibat kebijakan penutupan akses masuk dari pemerintah Malaysia. Sehingga, yang biasanya setiap bulan pulang dari Malaysia, membawa uang dan berbelanja di warung desa, kini lebih banyak menganggur.
"Kita harap bantuan dari pemerintah, berupa uang tunai. Masyarakat terbantu, pedagang kecil juga merasa manfaatnya. Ini kami harapkan betul, sebab semuanya terdampak dari wabah Covid-19," harap Muslim.

Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Anggarankan Rp 13 Miliar untuk Penanganan Banjir
Gubernur Ansar Terima Kunjungan Kabinda Kepri yang Baru
Wakil Bupati Inhu Kukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
Rumbai Pekanbaru Jadi Daerah Penambahan Kasus Baru Covid-19 di Pekanbaru
Tegas! BEM se-Riau Dukung Relokasi dari TNTN, Tapi Ini Syarat yang Mereka Ajukan
Mantap! Pelayanan Bedah Plastik RSUD Arifin Achmad Sudah Tangani Ratusan Pasien
Jokowi Ingatkan Anggaran Covid-19 Harus Dikelola Secara Akuntabel dan Transparan
Motivasi Ketua LKKS untuk Andikpas LPKA Kelas II Batam
Kepala Disdukcapil Inhil Ingatkan Agar Jaga Data Pribadi
Riau Kembali, 3 Hari Berturut-turut Tidak Ada Penambahan Kasus Positif 19
Persiapan Mall Pelayanan, Bintan Bakal Ada Fitur Live Chat Sebagai Respon Cepat Bagi Pengguna Layanan
Ketua TP-PKK Inhil Buka Sosialisasi KKS dan Penanggulangan Stunting