Tim Kukerta Unri di Desa Sido Mukti, Pelalawan Produksi Hand Sanitizer
BUALBUAL.com - Tim Kukerta Balek Kampung Universitas Riau (Unri) di Desa Sido Mukti Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan memproduksi hand sanitizer dan membagikannya secara gratis kepada masyarakat.
Mahasiswa - mahasiswi kukerta balek kampung Universitas Riau di Desa Sido Mukti berjumlah 10 orang yaitu, Anggun Azari selaku ketua, Sri Fitri Indayani selaku Wakil ketua, Rahmah Mailani Areta selaku Seksi Kegiatan, Eka Dewi Susanti selaku Bendahara, Tika Riyanto selaku Sekretaris I, Mutiara Amalia Nuril selaku Sekretaris II, Ayu Wulandari selaku seksi konsumsi, Amiril Mukminin bagian kominfo, Andika Pratama bagian Kebersihan, dan Alwinsyah Putra bagian Humas.
Anggun Azari selaku ketua menjelaskan, kukerta tahun 2020 ini berbeda pada tahun - tahun sebelumnya. Kukerta Balek Kampung ini kami kembali ke kampung asal kami (Pelalawan) guna mengabdi kepada masyarakat. Kami menjalankan kegiatan ini pun hanya 30 hari dan kegiatannya pun terbatas dan harus pandai pilih-pilih guna menghindari penyebaran Covid-19. Kegiatan boleh, tapi dibatasi jumlah partisipannya dan pastinya harus selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
Kukerta Balek Kampung merupakan skenario kukerta alternatif karena kondisi wabah pandemi Covid-19 yang belum membaik sampai akhir tahun 2020 dengan tujuan sebagai perwujudan peran Kukerta Unri dalam penanganan wabah pandemi Covid-19. Pilihan topik program untuk Kukerta Balek Kampung Universitas Riau tahun 2020 mencakup potensi desa, ketahanan pangan, lingkungan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Salah satu kegiatan yang kami lakukan guna mengisi program kerja selama 1 bulan tersebut, salah satunya memproduksi dan membagikan Hand sanitizer secara gratis kepada seluruh warga di Desa Sido Mukti," kata Anggun.
Rahmah Mailani Areta selaku seksi kegiatan menjelaskan cara pembuatan hand sanitizer ini sangatlah mudah untuk dilakukan yaitu dengan mengukus daun sirih yang sudah diberi air bersih kemudian jika daun sirih sudah berubah warna dan layu, dan air rendaman daun sirih sudah berubah warna, maka air daun sirih sudah bisa didinginkan lalu dicampur perasan jeruk nipis dan air dengan perbandingan 4:1:5.
"Nah setelah selesai, tinggal packing dan diberikan label khas tim Kukerta kami. Setelah itu baru kita bagikan hand sanitizer tersebut kepada masyarakat. Selain agar masyarakat lebih peduli dengan kebersihan dan kesehatan juga untuk memotivasi agar muncul ide-ide kreatif lainnya," lanjutnya.
"Hand sanitizer yang kami produksi ini tanpa menggunakan alkohol, lebih aman, lebih ekonomis, mudah dibuat, dapat diproduksi dalam skala rumahan, dari bahan-bahan alami, mudah didapat, dan masih banyak kelebihan lainnya," ungkap Rahmah.
"Kegiatan kami ini diapresiasi baik oleh pihak Kantor Desa dan beberapa aparat lainnya. Program ini cocok diterapkan dan disosialisasikan dikala Pandemi Covid-19 seperti saat ini," tutupnya.

Berita Lainnya
Kolaborasi Dosen dan HIMA Prodi Sosial Ekonomi Perikanan UMRAH, Wujud Daya Saing Produk UMKM
Sekolah Yayasan Asy-Syihab Kotabumi Gelar Wisuda dan Pentas Seni
KOMPAK Riau Kecam Aksi Dugaan Kekerasan Terhadap Anak di Lembaga Pendidikan Inhil
Prestasi Membanggakan! Putra Inhil Rifki Chandra Pimpin Kampus ITB Muhammadiyah Purbalingga
Bupati Kasmarni Buka Pelatihan Bakti Negeri Mahasiswa Pasca Sarjana
Bupati Inhil Tinjau Pelaksanaan Pembelajaran Secara Daring di Beberapa Sekolah
Dapodik Mencatat Ada 3.011 Anak Bengkalis Putus Sekolah dalam 10 Tahun Terakhir
UMRI-UMT Jalin Kolaborasi Akademik dan Budaya Lewat Student Exchange Program 2025
Peduli Pendidikan, Septina Serahkan Bantuan 25 Unit Laptop dan 1 Set Alat Marchingband di SMA N 1 Reteh
Sebanyak 7.931 Peserta Lulus Guru Penggerak Angkatan 5 dan Siap Jadi Kepala Sekolah
Program CSR, Beasiswa PT. PAA bagi Siswa-siswi SMKN 3 & 2 Mandau
Mahasiswa KKN STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Gelar Bimbel Kilat