Kuliner Kue Amparan Tatak, Salah Satu Kue Tradisional di Indragiri Hilir
BUALBUAL.com - Amparan tatak lembut manis,kue tradisional khas Banjar di Inhil Riau laris manis saat Ramadan, penasaran rasanya?
Rasanya yang manis membuat amparan tatak selalu diburu masyarakat untuk dijadikan menu berbuka puasa bersama keluarga dan orang - orang terdekat.
Amparan tatak adalah satu di antara kue atau wadai khas banjar di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau yang paling banyak peminatnya khususnya saat bulan Ramadan. 06/06/21.
Amparan tatak berwarna putih terbuat dari tepung yang mana di dalamnya terdapat potongan pisang atau nangka dengan tekstur yang halus sekaligus lembut sehingga bisa dikonsumsi segala usia.
Amparan tatak biasanya dibuat di dalam loyang berukuran sedang atau besar yang kemudian dipotong beberapa bagian dengan harga Rp5 ribu, untuk mendapatkan sepotong kue atau wadai tersebut.
Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kelembutan dan rasa manis pada amparan tatak membuatnya sangat digemari oleh masyarakat, apalagi di bulan puasa sebagai menu berbuka.
Teguh (24), seorang penjual wadai di Tembilahan menuturkan, penjualan wadai termasuk sangat meningkat, Apa lagi pada saat Ramadan kemaren, khususnya untuk penjualan wadai tradisional amparan tatak.
“Wadainya (amparan tatak) lembut sebagaimana tekstur kue papadaan. Wadai yang paling laku dan juga cepat habis adalah amparan tatak,” ungkap Teguh belum lama ini di gerai papadaannya di Jalan M Boya Tembilahan.
Menurut Teguh, Penjualan wadainya mampu meraup untung 50 persen untuk hari biasa seperti ini.
Saat ini gerai papadaan Teguh sudah memiliki 3 cabang di Tembilahan terdapat 3 cabang yang masih dikelola oleh keluarga.
Wadai papadaan diolah Teguh bersama kelurga dengan rumah produksinya di Jalan H Arif sekitar SMPN 1 Tembilahan Hulu dengan cabang di Jalan M Boya dan Abdul Manaf.
Menurutnya, istilah papadaan termasuk makanan turun temurun yang di sajikan dalam bentuk kekeluargaan, sehingga rasanya tidak mudah begitu saja berubah.
Papadaan sendiri berasal dari silsilah kekeluargaan yang mana dalam artian turun-temurun bisa dikatakan kalau wadai papadaan ini berasal dari produksi kekeluargaan atau keturunan.
Cara Gampang Bikin Rendang Agar Empuk dan Nikmat, Dikonsumsi Saat Lebaran Teman Makan Opor Ayam.
Menurutnya, istilah papadaan termasuk makanan turun temurun yang di sajikan dalam bentuk kekeluargaan, sehingga rasanya tidak mudah begitu saja berubah.
Papadaan sendiri berasal dari silsilah kekeluargaan yang mana dalam artian turun-temurun bisa dikatakan kalau wadai papadaan ini berasal dari produksi kekeluargaan atau keturunan.
“Sehingga yang membuat maupun mengelola hingga menjualnya adalah bagian dari kekeluargaan. Meski memiliki banyak cabang, rasa memang kami jaga,” ucap Teguh.
Ditambahkan Teguh, selain amparan tatak, papadaan jenis sari muka juga paling laris dan di buru pembeli dengan komposisi di atas wadainya terdapat gula merah dan di bawahnya berwarna hijau dari pandan.

Berita Lainnya
Silaturahmi Dengan Pimpinan Ponpes Al-Amien Madura, Gubri Harapkan Banyak Tahfidz Lahir dari Riau
Setelah Tahfidz Preneur, Kini Gubri Sasar Remaja Masjid Preneur
Penanganan COVID-19 di Lingkungan Kerja Diharapkan Berkontribusi Besar Turunkan Kasus COVID-19
Sebanyak 16 Desa di Kec Keritang Terima Sosialisasi Petunjuk Teknis Operasional Pengelolaan Keuangan Desa dari Dinas PMD Inhil dan Spesialis Keuangan DMIJ Plus Terintegrasi
Bupati HM.Wardan Pimpin RUPS BPR TH Buku 2020
Safari Ramadhan, Wabup Inhil Berikan Bantuan kepada Anak Yatim Piatu
Bupati HM Wardan Ikuti Penilaian Program Gerakan Menuju Smart City
PUMA Nusantara Inhil di Kukuhkan, Bupati HM.Wardan Berharap Menjadi Mitra Pamerintah Dalam Memberikan Pelayanan Medis
Hari Ini 18 Warga Inhil Positif Covid-19 dan 3 Pasien Dinyatakan Sembuh
Bupati Inhil Undi Pemenang Gebyar Pekan Vaksin Covid-19 Berhadiah Utama 2 Unit Sepeda Motor
Wabup Inhil Sampaikan Pidato Perubahan 5 Ranperda
Wabup H.Syamsuddin Uti Rapat bersama BPH Migas, Usulkan Penambahan Pembangunan Depot Penyaluran BBM 1 Harga