Begini Cerita Remaja Bantu Pemerintah; Tolak Hoax, Percaya Vaksin
BUALBUAL.com - Di tengah terpaan menjamurnya informasi hoax serta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan terkait program vaksinasi yang digalang pemerintah, ternyata tidak menyurutkan langkah para pelajar untuk mengikuti ikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Salah satunya adalah Tengku Risya, pelajar SMA 8 Pekanbaru yang menjadi salah seorang remaja yang memberanikan diri untuk divaksin dan menepis segala keraguan soal informasi yang didapatkannya di media sosial.
Mengikuti vaksinasi yang diadakan IDI Wilayah Riau di Sekolahnya baru - baru ini, Tengku Risya dengan didorong oleh keluarganya mengikuti vaksinasi, dan ia mengaku tidak merasakan gejala apapun setelah disuntik vaksin.
"Awalnya agak gemetar saya. Tapi setelah disuntik tidak merasa apa - apa, hanya seperti digigit semut saja," kata Risya, Kamis (26/8/2021).
Ia mengaku memang sedari awal tidak percaya dengan hoax yang beredar tentang vaksin, dan semakin percaya setelah ia divaksin dan memang tidak merasakan dampak apapun, malah semakin pede.
"Untuk para siswa yang masih takut, jangan takut, saya sudah merasakan sendiri dampak dari vaksin seperti yang beredar yang hoax itu tidak benar. Ayo kita vaksin, bantu pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19," ajaknya.
Tak hanya Risya, Laila Aprilia yang juga merupakan pelajar SMA 8 Pekanbaru juga memberanikan diri untuk divaksin. Ia mengaku bahwa keinginannya divaksin dari keinginannya sendiri tanpa ada paksaan.
Memang awalnya ia ragu dengan program vaksin. Namun dengan berbagai macam literasi yang dibacanya, juga banyak dari pihak keluarganya yang melakukan vaksin, ia pun memberanikan diri untuk divaksin.
"Keluarga saya banyak yang divaksin, apalagi di luar negeri banyak yang vaksin, jadi saya berani," katanya.
Baik Risya maupun Laila mengaku bahwa keduanya saat ini ditengah pandemi yang belum usai, lebih percaya diri lagi untuk menjalani hidup sehari hari. Keduanya pun mengatakan bahwa senang bisa membantu pemerintah dalam upaya vaksinasi sebagai ikhtiar bersama bangsa indonesia saat ini.
Dengan tetap menerapkan protokol kesejatan yang ketat, kedua pelajar ini yakin bisa menjadi salah seorang agen pemutus mata rantai Covid-19.

Berita Lainnya
Rangka Hari Bhayangkara ke-74, Tim KKN UR Blusukan Bagikan Sembako kepada Masyarakat
Baca dan Catat! 5 Tips dari Pakar UGM, Cegah Penculikan Anak
Kesbangpol Inhil Apresiasi Perlombaan Paskibraka MAN 1 Inhil
Mencegah Kekerasan; Imeldalius Masuk Sekolah Memberikan Pengertian Hukum
DP2KBP3A Inhil Laksanakan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Kader IMP Bagi Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa
Begini Hasil Mediasi Keluarga Sulaiman dan Pihak SMAN I Tembilahan Hulu
Maulana Hezbi Aziz Terpilih Ketum IKAPPAMMA - Pekanbaru Periode 2021-2023
Menuju Kampus Unggul, Unilak Riau Cetak 12 Dosen Lektor Kepala di Milad ke-43
Bupati Bengkalis Kasmarni, Serahkan Piagam Peserta 72 Tahun Paket B
SMKN 1 Teluk Kuantan Gelar SPAC Techno VI, Rayakan HUT ke-57 Sekolah
Kepsek SMA 03 Mandau Sugito, Sebut Sudah Berikan Teguran Pada Bawahannya
Gemilang di Hardiknas! Jadi Ajang Unjuk Prestasi, Siswa SMAN 1 Sentajo Raya Bersinar!