Ir Lamidi Harapkan Sektor Kelautan Dapat Berkembang di Kepri
BUALBUAL.com - Pejabat (Pj) Sekdaprov Kepri Ir. Lamidi berharap dengan dukungan program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, percepatan pembangunan pengembangan Perikanan seperti budidaya ikan, rumput laut, udang dan teripang dapat menjadikan Kepri yang sejahtera.
Untuk itu ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri untuk dapat mengklarifikasi dan mengindentifikasi titik-titik yang layak untuk dikembangkan budidaya.
"Baru kemudian kita dapat mengusulkan kepada KKP agar pihak Kementerian mengetahui bahwa terdapat potensi besar budidaya perikanan di Kepri, dan kemudian bisa didukung dengan program-programnya" kata Pj. Sekda saat menghadiri Rapat Teknis Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Se-Provinsi Kepulauan Riau di Ruang Rapat Utama Lt. 4 Kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang, Jumat (12/11).
Hadir dalam rapat tersebut Direktur Pembenihan Nono Hartanto, Dekan Kelautan dan Perikanan UMRAH Noni, Kepala BPBL Batam Toha Tuaihadi, Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten dan Kota Se-Provinsi Kepulauan Riau dan Praktisi Pengusaha Budidaya Imam.
Dalam sambutannya, Pj. Sekdaprov Lamidi memaparkan bahwa Kepri memiliki 2.408 pulau. Dari jumlah tersebut, pulau yang berpenghuni sebanyak 387 pulau. Dengan 96 persen laut dan luas daratan hanya 4 persen yang terbagi atas 7 Kabupaten dan Kota.
"Minimalnya kita ada sekitar 387 titik yang berpotensi menjadi kegiatan lahan budidaya. Apabila ada masyarakat tinggal di pulau itu berarti ada tempat-tempat yang layak untuk dikembangkan jadi budidaya," paparnya.
Dengan kondisi geografis seperti itu, Pj. Sekda Lamidi meyakini Kepri memiliki potensi perikanan yang luar biasa, meski di beberapa daerah masih harus dibangun infrastruktur yang memadai.
Selain itu, Pj. Sekda Lamidi juga meminta kepada KKP untuk memberikan bantuan berupa teknologi pembibitan, yang mana kegunaannya untuk meningkatkan kualitas pembenihan di Kepulauan Riau. Selanjutnya yang kedua adalah teknologi pembuatan pakan, karena budidaya di Kepri masih bergantung pada ikan runcah (tamban dan selayang) untuk pakan yang harganya lebih tinggi.
"Sehingga kita dapat menggunakan teknologi ini pada waktu tertentu, seperti contoh pada musim utara yang susah untuk mendapatkan bibit untuk dikembangkan serta pakan karena bersaing untuk mendapatkannya," pintanya.
Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya KKP TB. Haeru Rahayu meminta sektor perikanan budidaya agar dapat mengoptimalisasi sumberdaya perikanan budidaya secara produktif dan berwawasan berkelanjutan.
"Kita memiliki 3 konsep ekonomi biru yaitu teknologi inovasi, ekonomi dan ekologi yang outcomenya produksi ikan yang maksimal serta berdaya saing, peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat serta perikanan budidaya yang efesien dan ramah lingkungan," tegasnya.
Lebih lanjut, mantan Dirjen PSDKP KKP RI ini menerangkan pada tahun 2021 sampai dengan 2024 ada 3 program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Yang salah satunya dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.
"Terobosan kita yaitu pengembangan perikanan budidaya untuk ekspor yang didukung riset Kelautan dan Perikanan dan pembangunan kampung perikanan untuk budidaya ikan air tawar, payau dan laut," terang Haeru.
Bersamaan itu, Kepala DKP Kepri H. T. S. Arif Fadilah berharap dengan luasnya laut Kepri, Perikanan di Kepri belum maksimal, untuk itu diperlukan dukungan KKP.
"Konsentrasi kita di bidang kelautan cukup besar, dan masyarakat Kepri sangat antusias terhadap budidaya. Maka, Dirjen Perikanan Budidaya diharapkan dukungannya," kata Arif.
Lanjut Arif, DKP Provinsi sudah menyusun klaster-klaster mulai dari Natuna, Anambas, Lingga, Bintan dan Karimun dibidang perikanan budidaya seperti pengembangan rumput laut.
"Dan sekarang kita sudah bisa mengeskpor hasilnya ke Hongkong, cuma kami mohon penjagaan dalam hal kestabilan harga," pungkasnya.

Berita Lainnya
H. Sukiman: Bersyukur Kepada Allah, Ini Adalah Kemenangan Seluruh Masyarakat Rohul
Update Haji 2025: Kloter BTH 10 Pulang, Tersisa Tiga Kloter Riau dan Satu Gabungan
Tahun 2023 Pemprov Riau Siapkan Anggaran Rp202 Miliar untuk Bangun 11 Jembatan
Pembangunan Tahap 3, Pemprov Riau Siapkan Anggaran Gedung Quran Center Rp16 Miliar dan RCH Rp27 Miliar
Kadispar Riau: Konsep Destinasi Wisata di Riau Akan Ditata Ulang
Tren Kasus Baru Positif Covid-19 di Riau Didominasi Kasus Impor
Bupati Bengkalis RSUD Bengkalis Dorong Beri Pelayanan Terbaik
OJK Riau Catat Stimulus Ekonomi Melalui Restrukturisasi Sudah Capai Rp9,31 Triliun
Gubri Syamsuar Usulkan Pejabat Eselon II Jadi Plt Bupati Bengkalis ke Mendagri
Luar Biasa Meriahnya, Pj. Kades Pancur Jaya dr. Nelya Sasmita berbaur Dengan Warganya, Saat Jadi Inspektur Upacara Peringatan HUT RI Ke - 79 Tahun 2024
Kadis Kominfo Inhil Dr. Trio Beni Putra Wakili Sekda Inhil dalam Sosialisasi Arsitektur Pemerintahan Digital oleh KemenPAN-RB
Peringatan HKG ke-53, TP PKK Riau Gelar Pemeriksaan IVA Test di Pekanbaru